Siapa Pejabat Utama Kejagung Diperiksa Polisi soal Gedung Dilalap Api?

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 20:31 WIB
Kebakaran Gedung Kejagung telah berhasil dipadamkan, Minggu (23/8/2020). Kini gedung yang telah hangus itu menjadi tontonan warga.
Foto Gedung Kejagung Kebakaran: (Grandyos Zafna-detikcom)
Jakarta -

Ratusan saksi sudah diperiksa polisi mengenai kebakaran yang menghanguskan gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Di antara saksi-saksi yang diperiksa itu ada yang merupakan pejabat utama di Kejagung, siapa?

"Untuk update kebakaran, jadi hari ini kami dapatkan informasi terkait dengan saksi yang dilakukan pemeriksaan ada 105. Untuk datanya antara lain OB ada 54 orang, kemudian cleaning service 20 orang, kemudian keamanan dalam Kejagung ada 10 orang, PJU (pejabat utama) atau PNS ada 5 orang, kemudian tukang 7 orang, swasta 7 orang dan teknisi ada 2 orang total 105 dilakukan pemeriksaan sebagai saksi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2020).

Namun Awi tidak menjelaskan detail siapa saja saksi yang dimaksudnya. Dia hanya menyampaikan bila mengenai penyebab kebakaran Kejagung itu masih menunggu hasil kerja dari Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor Mabes Polri.

"Saya tidak bisa memastikan, karena ini yang kerja adalah Puslabfor Mabes Polri, tetunya kita sama-sama hormati beri kesempatan tim untuk bekerja," tuturnya.

Mengenai siapa pejabat utama yang dimaksudnya itu, Awi mengaku tidak bisa membeberkannya. Dia mengaku hanya mendapatkan data seperti yang disampaikannya itu saja.

"Nggak bisa saya sebutkan. Ya pokoknya dibilang begitu, ya udah begitu ada PJU, PNS datanya begitu yang saya dapatkan," kata Awi.

Untuk diketahui struktur organisasi di Kejagung dipimpin oleh seorang Jaksa Agung yang saat ini diemban oleh Sanitiar (ST) Burhanuddin. Dia didampingi seorang Wakil Jaksa Agung yaitu Setia Untung Arimuladi.

Keduanya dibantu oleh unsur jaksa agung muda atau yang biasa disingkat dengan JAM. Total ada 6 posisi JAM yaitu:
1. Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan atau Jambin yang saat ini ditempati Bambang Sugeng Rukmono
2. Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen atau Jamintel yang saat ini ditempati Sunarta
3. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum atau Jampidum yang saat ini ditempati Fadil Zumhana
4. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus yang saat ini ditempati Ali Mukartono
5. Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara atau Jamdatun yang saat ini ditempati Feri Wibisono
6. Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan atau Jamwas yang saat ini ditempati Amir Yanto

Namun di antara mereka ada yang baru hitungan hari mengemban amanah yaitu Sunarta, Fadil Zumhana, dan Amir Yanto. Mereka baru dilantik pada Rabu, 12 Agustus 2020. Pelantikan pejabat eselon I itu dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden RI. Nomor 134/TPA Tahun 2020 tanggal 30 Juli 2020 tentang Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Di Lingkungan Kejaksaan RI.

Salah satu pejabat yang sempat disorot yaitu posisi Jamintel yang sebelumnya diisi Jan Samuel Maringka. Dia kini menjabat sebagai Staf Ahli di Jamdatun.

Maringka sempat menjadi sorotan karena Burhanuddin pada Juni 2020 menyinggung soal 'kelemahan intelijen kami' ketika membahas Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra yang sempat masuk Indonesia. Hal itu disampaikan Burhanuddin saat rapat dengan Komisi III DPR yang merupakan mitra Kejaksaan Agung.

Hanya saja saat disinggung perihal itu saat pelantikan pejabat baru itu Burhanuddin menepis berkaitan dengan Maringka. Dia mengatakan semata-mata pergantian jabatan itu adalah rotasi biasa untuk penyegaran.

"Pada kesempatan ini, saya ingin tegaskan bahwa prosesi yang kita lakukan saat ini sama sekali tidak memiliki kaitannya dengan peristiwa yang belum lama ini mencuat ke publik," kata Burhanuddin, seperti disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, dalam keterangannya, Rabu (12/8/2020).