105 Saksi Diperiksa soal Kebakaran Kejagung: Pejabat Utama hingga Teknisi

Kadek Melda - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 13:15 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono (Foto: Rahel/detikcom)
Jakarta -

Polisi telah memeriksa 105 saksi terkait kebakaran yang terjadi di gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Saksi tersebut mulai dari pejabat utama (PJU) hingga pihak swasta.

"Untuk update kebakaran, jadi hari ini kami dapatkan informasi terkait dengan saksi yang dilakukan pemeriksaan ada 105," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jalan Trunujoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2020).

"Untuk datanya antara lain OB ada 54 orang, kemudian cleaning service 20 orang, kemudian keamanan dalam Kejagung ada 10 orang, PJU atau PNS ada 5 orang, kemudian tukang 7 orang, swasta 7 orang dan teknisi ada 2 orang total 105 dilakukan pemeriksaan sebagai saksi," lanjutnya.

Awi menuturkan, tim gabungan bekerja secara pararel untuk mengungkap penyebab kebakaran. Nantinya dari hasil pemeriksaan para saksi dan olah TKP tim akan melakukan analisa untuk menentukan hasil akhir.

"Jadi kita kerja paralel, penyidik melakukan pemeriksaan saksi, kemudian labfor kemarin yang kita sudah sama-sama liat, mereka melakukan olah TKP tahap satu dua, mereka dikumpulkan, temuan-temuan di lapangan, kemudian selanjutnya dilakukan analisa di Puslabfor Polri jadi dari sana mereka akan menentukan semua kasus ini terkait unsur bencana atau ada unsur pengait. Semua dimatch kan keterangan saksi kemudian hasil di lapangan olah TKP bagaimana sama-sama kita lihat," tuturnya.

Sementara, Awi belum dapat memastikan kapan hasil dari sampel yang sudah diambil tim Labfor dari gedung Kejagung yang terbakar akan keluar. Dia mengatakan, hingga saat ini tim gabungan masih terus bekerja.

"(Kapan hasilnya keluar) Saya tidak bisa memastikan, karena ini yang kerja adalah Puslabfor Mabes Polri, tetunya kita sama-sama hormati beri kesempatan tim untuk bekerja," imbuhnya.

Jumlah saksi yang diperiksa polisi ini bertambah dari jumlah sebelumnya yaitu 99 saksi. Polisi juga telah mengambil 24 CCTV untuk mencari tahu penyebab kebakaran. Dari 24 CCTV yang diambil polisi untuk diperiksa, 8 di antaranya telah terbakar.

Untuk diketahui, gedung Utama Kejagung dilalap si jago merah pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan ratusan petugas damkar gabungan berupaya memadamkan api hingga Minggu (23/8) pagi.

(knv/knv)