Uneg-uneg Mahasiswa soal Biaya Kuliah yang 'Mencekik' Kala Pandemi Corona

Rahel Narda - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 08:50 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Wabah pandemi Corona (COVID-19) tidak hanya berdampak di bidang kesehatan, namun juga melanda sektor pendidikan tinggi. Banyak mahasiswa yang kesulitan terkait pembiayaan uang kuliah tunggal (UKT) di masa pandemi ini.

Ketua BEM Universitas Padjajaran (Unpad), Riezal I Pratama mengatakan banyak mahasiswa yang mengadukan adanya kesulitan finansial akibat terdampak Corona. Menurutnya, banyak mahasiswa di sana merasa belum mendapat pelayanan yang sesuai terkait keringanan biaya UKT.

"Kalau aduan saya kira banyak ya. Memang banyak dari teman-teman yang terdampak (COVID-19) juga, kemarin ada penyesuaian tetapi ada beberapa mahasiswa yang merasa belum terfasilitasi karena kebutuhannya atau dampak ekonominya lebih besar dari pada penyesuaiannya yang diberikan," kata Riezal saat dihubungi detikcom, Kamis (6/8/2020).

Riezal menjelaskan banyak mahasiswa yang telah mendapat penyesuaian UKT dari kampus. Namun, angka penyesuaian UKT itu tak sesuai dengan kemampuan sebagian mahasiswa di kampusnya.

"Misal nih saya punya UKT 5 juta, ada penyesuaian, UKT saya dipotong jadi 4 juta. Tapi ternyata kemampuan bayar saya nggak segitu. Kemampuan bayar saya cuma 2 atau 3 juta. Ini banyak case-nya teman-teman yang seperti itu," ujar Riezal.

Riezal menyebut kebijakan UKT di kampusnya telah sejalan dengan Permendikbud 25/2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi. Namun, dia menilai Permendikbud itu masih dianggap kurang tepat atau nanggung.

"Ada beberapa step-step (di Permendikbud) tapi kan sekarang sisanya diserahkan kepada kampus, dengan kemampuan ekonomi dan lain sebagainya yang akhirnya membuat Permendikbud ini jadi segala nanggung," ucap Riezal.

Tonton juga 'Mendikbud Izinkan Dana BOS untuk Beli Kuota Internet Murid':

[Gambas:Video 20detik]

Lebih lanjut, dia berharap Kemendikbud dapat membuat kebijakan yang jelas. Sebab, menurutnya, implementssi kebijakan Permendikbud 25/2020 cenderung menjadi masalah di lapangan.

"Jadi ini yang musti di highlight dari Permendikbud adalah bagaimana Permendikbud ini harusnya bisa mengorkestrasi, dia harusnya bisa mengorkestrasi kampus jangan sampai kebijakan ada tapi yaudah monggo gimana kampusnya gitu, ini kan jadi problem juga pada prakteknya," ujar Riezal.

Selain itu, Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Fajar Adi, mengatakan pernah membuat survei terkait kesanggupan mahasiswa membayar UKT. Dia menyebut sekitar 72% mahasiswa dari total 3.321 responden mahasiswa UI mengaku kesulitan membayar biaya operasional.

"Berdasarkan survei yang diedarkan oleh BEM Se-UI, terdapat sebanyak 72% dari total 3.321 mahasiswa yang mengisi survei mengaku merasa kesulitan dalam pemenuhan pembayaran BOP semester depan," kata Fajar melalui pesan singkat pada Kamis (6/8).

Selanjutnya
Halaman
1 2