Kota Bogor Laporkan Kasus Corona Tertinggi dalam 1 Bulan Terakhir Selama PSBB

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 11:56 WIB
Ketua Gugus Tugas Kota Bogor Dedie A Rachim
Dedie A Rachim (Foto: M Sholihin)
Bogor -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pra adaptasi kebiasaan baru (AKB) hingga 3 September 2020. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengungkap, PSBB diperpanjang karena jumlah kasus positif COVID-19 pada PSBB fase sebelumnya tinggi.

"Dalam 1 bulan (kemarin), peningkatannya 83 kasus, gitu kan. Kan itu satu jumlah yang besar, lebih besar daripada saat PSBB 1, 2, 3, 4. Kan sekarang perpanjangan ke enam, nih. Peningkatan (83) kasus ini terjadi di (PSBB ke) 5 ini kan. Makanya rekomendasinya (PSBB) diperpanjang," kata Dedie saat dihubungi, Jumat (7/8/2020).

Dedie menjelaskan penambahan 83 kasus positif COVID-19 ini terjadi di Juli sampai Agustus lalu. Dia mengatakan kenaikan 83 kasus ini dikarenakan ada klaster keluarga dan imported case.

"Jadi kan ada klaster keluarga, ada klaster imported case. Imported case adalah kasus terjadi di luar Kota Bogor, dari perkantoran. Untuk kasus lokalnya dari kegiatan keagamaan, kegiatan sosial kemasyarakatan, pelanggaran protokol," lanjutnya.

Dia pun mengungkapkan PSBB Kota Bogor diperpanjang berdasarkan hasil kajian ahli epidemiologi. Berdasarkan kajian ahli, kata Dedie, Kota Bogor belum masuk puncak COVID-19.

"Ahli epidemiologi UI (Universitas Indonesia) menyatakan puncak pandemi Kota Bogor akan terjadi di Agustus 2021. Iya 2021," ucapnya.

Tonton video 'Ini Alasan Pemprov DKI Kurangi Bus Gratis di Stasiun Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2