Satgas: Jangan Tanya Kapan Pandemi Berakhir, Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 16:07 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menegaskan pandemi virus Corona (COVID-19) belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Masyarakat tetap diminta mematuhi protokol kesehatan.

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito awalnya menjelaskan wabah yang pernah menyerang dunia dan menelan puluhan hingga ratusan juta korban jiwa, seperti black death, Spanish flu, hingga the modern plague. Pandemi global itu berlangsung dengan durasi beragam, dari satu tahun hingga puluhan tahun.

"Setelah itu, wabah yang terjadi berlangsung lebih cepat, yaitu berlangusng selama kurang lebih 1-2 tahun. Dan dari sejarah pandemi global, tercatat bahwa lama waktu wabah berlangsung cukup bervariasi, tergantung dari jenis sumber wabah," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Selasa (4/8/2020).

Wiku mengatakan wabah atau pandemi COVID-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Ia pun meminta masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

"COVID-19 masih belum dapat diprediksi akan berlangsung sampai kapan. Namun seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan COVID-19, tidak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia, berusaha keras agar kita semua dapat terlepas dari wabah ini," ujar Wiku.

"Untuk itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak, baik kami sebagai pemerintah dan juga masyarakat Indonesia untuk tetap disiplin melakukan protokol kesehatan. Karena dengan melakukan protokol kesehatan yang disiplin, tidak hanya melindungi Anda, tetapi juga melindungi orang lain," lanjut dia.

Wiku mengatakan virus Corona baru sangat berbahaya. Karena itulah, ia menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

"Kami perlu mengingatkan bahwa virus ini, SARS Cov-2 sangat berbahaya dan sangat ganas. Untuk itu, kalau ada yang bertanya kapan pandemi ini berakhir, lebih baik kita bertanya kapan diri kita bisa disiplin pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan," tegasnya.

Menurut Wiku, kunci keberhasilan penanganan pandemi adalah perubahan perilaku masyarakat dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Cara itu disebutnya cara paling murah dan mudah karena berasal dari diri masyarakat.

"Kami mohon kepada saudara-saudara sekalian agar betul-betul dapat mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama protokol kesehatan dengan rajin cuci tangan, jaga jarak, selalu pakai masker, dan menggunakan face shiled tidak cukup apabila tidak menggunakan masker. Dan mari kita saling mengingatkan, sekali lagi mulai dari kita," tutur Wiku.

"Dan sekali lagi saya ulangi, jangan tanyakan kapan pandemi akan berakhir, tapi tanyakan kepada diri kita, kapan bisa disiplin pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Kami yakin Indonesia bisa," pungkasnya.

(azr/imk)