Satgas COVID-19: Rt di Bawah 1 Bukan Berarti Daerah Aman dari Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 14:46 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menegaskan penentuan zonasi menggunakan estimasi angka reproduktif Corona atau Rt tidak bisa digunakan di Indonesia. Hal itu disebabkan tidak sempurnanya data yang dihasilkan dengan estimasi tersebut.

"Kami ingin menyampaikan bahwa di dalam peta zonasi yang menggunakan estimasi Rt atau angka reproduktif efektif, tidak bisa dipakai saat ini di Indonesia, karena ketidaksempurnaan data yang diperoleh sampai dengan saat ini," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Selasa (4/8/2020).

Wiku menjelaskan pedoman Rt baru bisa digunakan jika pemeriksaan laboratorium bisa dilaporkan dalam 24 jam. Selain itu, menurut Wiku, Rt tidak bisa digunakan karena metode perhitungan dan pencatatan data yang berbeda.

"Rt baru bisa digunakan apabila hasil pemeriksaan laboratorium dapat dilaporkan idealnya 1x24 jam. Sehingga jika dilaporkan lebih dari 1x24 jam dan masih adanya keterlambatan pelaporan, maka penggunaan Rt tidak dapat diandalkan," jelas Wiku.

"Faktor lainnya yang dikarenakan pencatatan data dan timbulnya gejala atau 'onset' untuk bahasa medisnya, yang tidak terlaporkan, serta metode perhitungan juga yang berbeda-beda mengakibatkan Rt belum bisa diandalkan atau digunakan," lanjut dia.

Wiku menegaskan angka Rt di bawah 1 atau zona hijau tidak serta merta diartikan suatu daerah aman dari virus Corona. Menurutnya, Rt hanya salah satu indikator yang digunakan untuk penentuan zona risiko Corona.

"Rt yang menunjukkan di bawah 1 dan apabila bisa digunakan, dan juga zona yang berwarna hijau bukan berarti sudah aman. Jadi ini hanya salah satu indikator dari 15 indikator yang digunakan. (Sebanyak) 14 indikator lainnya menggambarkan tentang kasus, tentang pengetesan, dan lain sebagainya yang lebih akurat dan menggunakan data riil," tegasnya.

Lebih lanjut, Wiku meminta pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap penularan virus Corona. Ia menekankan masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

"Pemda dan seluruh warga masyarakat harus tetap waspada dan tetap patuh kepada protokol kesehatan," ujar Wiku.

Selanjutnya
Halaman
1 2