Satgas COVID-19: Angka Kematian Corona RI 4,68%, Lebih Tinggi dari Global

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 14:41 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Persentase angka kematian terkait virus corona baru (COVID-19) di Tanah Air masih lebih tinggi dibandingkan hitungan secara global. Namun angka kematian nasional itu disebut cenderung turun bila dirunut dari kasus awal.

"Perlu kami sampaikan bahwa sampai dengan saat ini angka kematian Indonesia per tanggal 3 Agustus 2020 adalah sebesar 4,68 persen dan di sini memang bukan termasuk kabar yang menggembirakan karena angka kematian tersebut masih di atas angka kematian global yaitu 3,79 persen," ujar Wiku Adisasmito sebagai juru bicara Satgas COVID-19 dalam siaran di kanal YouTube BNPB, Selasa (4/8/2020).

Seperti diketahui per 3 Agustus 2020 pukul 15.28 WIB tercatat ada 113.134 kasus positif di Indonesia dengan jumlah kematian 5.302. Pada saat yang sama jumlah kasus positif secara global adalah 18.082.616 dengan jumlah kematian 689.428.

Wiku menampilkan presentasi data mengenai angka kematian nasional itu. Disebutkan pada bulan Maret 2020 persentase rata-rata 4,89 persen. Lantas pada April 2020 tercatat 8,64 persen disusul pada Mei 2020 sebesar 6,68 persen, lalu Juni 2020 sebesar 5,56 persen, dan terakhir pada Juli 2020 sebesar 4,81 persen.

"Maka dapat dilihat bahwa angka kematian tersebut secara nasional sejak bulan Maret, April, Mei, Juni, Juli cenderung menurun dan kita harus tetap bekerja keras untuk bisa menurunkan angka kematian ini menjadi lebih baik lagi sehingga bisa lebih rendah daripada angka kematian global," kata Wiku.

Sebelumnya Wiku menyampaikan tentang angka kematian per 3 hari yang disebutnya masih diisi Jawa Timur di posisi teratas. Berikut datanya:

1. Jawa Timur (1.719)
2. DKI Jakarta (840)
3. Jawa Tengah (637)
4. Sulawesi Selatan (321)
5. Kalimantan Selatan (295)

Wiku mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk sigap dalam penanganan virus Corona. Harapannya, angka kematian dapat ditekan.

"Hal ini menunjukkan bahwa apabila kita bisa menunjukkan penanganan kasus lebih baik, lebih cepat, terutama untuk pasien yang menderita komorbid atau usia lanjut, harapannya jumlah yang meninggal dapat ditekan," ucap Wiku.

(dhn/imk)