Satgas: Tanpa Prosedur yang Tepat, Tak Bisa Klaim Obat COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 15:05 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meminta semua pihak untuk tak asal mengklaim menemukan obat Corona (Covid-19). Apalagi tanpa ada uji klinis terlebih dahulu.

"Kami perlu sampaikan bahwa pemerintah sangat terbuka akan adanya penelitian obat maupun vaksin COVID-19 yang dilakukan oleh para peneliti, baik itu di dalam negeri maupun internasional. Namun bukan berarti bisa dilakukan oleh siapa pun, tanpa prosedur yang tepat tidak bisa mengklaim bahwa obat tersebut merupakan obat COVID-19 tanpa diuji terlebih dahulu," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Selasa (4/8/2020).

Wiku menegaskan obat COVID-19 haruslah melalui prosedur pengujian terlebih dahulu. Pengujian itu dilakukan guna membuktikan bahwa obat tersebut memang mampu menyembuhkan pasien Corona.

"Tanpa diuji klinis sebuah obat belum terbukti apakah berhasil menyembuhkan pasien COVID-19 atau tidak. Belum diketahui apakah efek sampingnya bagi pasien. Semua ini perlu dipertanggungjawabkan," katanya.

"Maka dari itu setiap obat harus melewati uji klinis dan izin peredaran yang benar," sambung Wiku.

Wiku mengatakan pemerintah selalu terbuka atas penelitian obat ataupun vaksin COVID-19. Namun, dia kembali mengingatkan hal itu harus melalui sebuah uji klinis yang benar.

"Jika sudah diuji dan sudah terbukti menyembuhkan tentu itu akan menjadi kabar luar yang luar biasa baik bagi bangsa kita, bagi kita semua. Tetapi ingat harus diuji dan mendapatkan izin baru bisa diedarkan," kata Wiku.

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan, persoalan obat ataupun vaksin Corona ini berkaitan dengan nyawa manusia. Karena itu, masyarakat tak bisa asal mengklaim telah menemukan obat COVID-19.

"Tidak bisa sembarangan karena ini adalah urusan nyawa manusia sekali lagi saya ingatkan para peneliti dan figur publik untuk perlu berhati-hati dalam menyampaikan berita kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang sedang panik mencari jalan keluar sehingga memahami sesuatu hal itu tidak dengan secara utuh dan benar," tutur Wiku.

Tonton video 'Kemenristek Imbau Agar Hati-hati soal Klaim Obat Corona Hadi Pranoto':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)