15 Tahun Nabung, Nenek Sumiati di Samarinda Akhirnya Bisa Kurban Sapi

Suriyatman - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 02:25 WIB
Nenek Sumiati
Nenek Sumiati (Foto: dok. Istimewa)
Samarinda -

Siapa yang sangka seorang penyapu jalan di Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara bisa berkurban satu ekor sapi dan satu ekor kambing. Biaya kurban ini berhasil dikumpulkan dari hasil menabung selaa 15 tahun.

Dia adalah Nenek Sumiati. Diusianya yang sudah kepala 7 nenek Sumiati masih giat bekerja, bahkan warga sekitar sangat mengenalnya sebagai pribadi yang santun, dan gemar membantu sesama.

Namun ada satu cita-cita yang selama ini disimpan oleh sang nenek penyapu jalan yang juga memiliki kios dagang minuman di pasar seni Tenggarong. Keinginan itu adalah melaksanakan ibadah kurban, dan pada tahun ini di Idul adha 1441 H.

Cita-cita itu akhirnya terwujud. Setelah penantian panjangnya selama 15 tahun menabung, nenek Sumiati akhirnya bisa membeli sapi dan kambing .

"Alhamdulillah cita-cita saya saat ini akhirnya terwujud, saya bisa menyumbang satu ekor sapi dan embek untuk masjid di Tanjung tempat saya salat setiap harinya," kata Sumiati kepada detikcom, di kios daganganya di Pasar Seni, Tenggarong, Kamis (30/7/2020).

Ibu 4 orang anak ini mengatakan bahwa dirinya mampu membeli seekor sapi dan seekor kambing setelah 15 tahun menyisihkan sedikit demi sedikit. Uang hasil dari gajinya sebagai tukang sapu.

Disela-sela pekerjaannya sebagai tukang sapu, dirinya juga mengumpulkan barang-barang bekas dan berjualan di kios yang berada tepat di samping museum Mulawarman.

"Alhamdulillah, lega bisa berkurban," kata Sumiati.

Sumiati menceritakan bahwa jika orang lain menabung dalam bentuk tabungan uang, Sumiati justru menabung dalam bentuk barang, sedikit demi sedikit uang yang ditabungnya dibelikan emas, dan kemudian disimpan di kios dagangannya selama bertahun-tahun.

"Tidak ada yang tahu keinginan untuk berkurban termasuk anak-anak yang setiap hari selalu menjaganya, hingga akhirnya minggu kemarin saya sampaikan ke anak-anak dan alhamdulillah mereka semua setuju," kata Sumiati.

"Saat saya jual emas saya untuk membeli sapi, menantu saya yang antar ke toko emas, sementara saat membeli sapi dan kambing anak kedua saya yang antar, saya sangat senang mereka mendukung saya untuk berkurban," jelas Sumiati.

Awalnya ia hanya berniat berkurban sapi saja. Namun dirinya akhirnya membeli seekor kambing lagi karena uang yang ada masih sisa Senilai Rp 4,7 juta. Sebagai bentuk syukurnya.

"Ingin beli kambing lagi, ya saya jual lagi emas milik saya," tutupnya.

Sementara itu Heru anak kedua Sumiati mengaku terharu dengan keinginan sang ibu, ia tidak menyangka ibunya bekerja keras menabung dan berkurban satu ekor sapi dan satu ekor kambing.

"Terus terang kami kaget dengan keinginan ibu pertama kali, kami pikir beliau mau pulang ke Jawa tempat asal kami, namun ketika kumpul ibu malah mengatakan niatnya untuk berkurban dan mengaku punya simpanan emas," kata Heru.

"Saat itu saya kaget dan terharu, dan tidak bisa berbuat apa apa lagi, pastinya kami semua setuju dengan keinginan ibu," jelasnya.

(eva/eva)