Kasus Corona Klaster Perkantoran Jakarta Melonjak, Ini Penyebabnya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 12:02 WIB
Poster
Ilustrasi. (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Perkantoran menjadi salah satu klaster kasus virus Corona (COVID-19), di mana ada 90 klaster perkantoran DKI dengan 459 orang dinyatakan positif Corona. Satgas COVID-19 mengungkapkan dugaan sumber penyebarannya.

Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, bisa jadi seseorang yang positif virus Corona sudah tertular kala dia berada di rumahnya atau sedang menaiki transportasi umum dari dan ke kantor. Dewi mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan saat masyarakat menggunakan transportasi umum.

"Bisa jadi 2 hal. Pertama, bisa jadi di perkantoran ada yang positif. Mungkin positifnya bukan di kantor, mungkin positif entah dari rumahnya sudah dapat, di perjalanan, naik kendaraan umum. Itulah kenapa kita harus waspada, terutama yang menggunakan moda transportasi umum bersama seperti KRL, MRT," kata Dewi dalam diskusi yang disiarkan di saluran YouTube BNPB, Rabu (29/7/2020).

Tim pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Dewi Nur Aisyah.Tim pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Dewi Nur Aisyah. (Foto: Dok. BNPB)

"Bisa jadi ada yang tertular di kantor, tapi asalnya bukan dari kantornya, tapi dari perjalanan dia menuju kantor atau misalnya ketika ada di rumah," imbuh Dewi.

Dewi menyarankan masyarakat yang bekerja di kantor untuk selalu disiplin akan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, tangan dengan kondisi steril, dan menjaga jarak. Jika memungkinkan, jendela di kantor disarankan untuk dibuka untuk sirkulasi. Kapasitas pekerja yang masuk ke kantor disarankan maksimal 50% atau lebih rendah.

"Kalau ruangan ada ruangan yang jendelanya bisa dibuka, itu dibuka saja. Sirkulasi juga berjalan bagus. Pastikan juga kapasitas kantor jangan padat-padat juga, kalau bisa makanya disarankan 50%. Kalau bisa lebih rendah lagi bagus banget, 25% misalnya. Maka ini bisa mengurangi risiko penularan di kantor," kata Dewi.

Dari paparan yang disampaikan, berikut upaya yang perlu dilakukan di perkantoran:

1. Jika bisa WFH, maka lakukan WFH.
2. Jika harus masuk kantor, pastikan kapasitasnya 50% (alur waktu shift masuk kantor dan WFH antar-karyawan)
3. Lakukan shift kedatangan dengan jeda 1,5 sampai 2 jam.
4. Makan siang jangan menumpuk di kantin.
5. Pastikan sirkulasi udara di ruangan berjalan lancar.
6. Pastikan kantor menerapkan protokol kesehatan dan menyediakan fasilitas untuk menunjang penerapan protokol kesehatan.
7. Berikan tugas kepada HSE Officer untuk menjadi tim pengawas.


8. Setiap lantai ada tim pengawas (jika memungkinkan).
9. Pelayanan kesehatan standar dan pemeriksaan dapat dilakukan secara berkala.
10. Jika ditemukan kasus positif, wajib melakukan contact tracing dengan baik.
11. Tingkatkan kewaspadaan saat naik kendaraan umum menuju dan pulang dari kantor.
12. Sesampainya di rumah, langsung mandi dan berganti pakaian.
13. Pemerintah Daerah harus melakukan monitoring dan evaluasi di setiap kantor.
14. Kantor harus transparan dalam menyampaikan kondisi perkantorannya.

Gambaran kasus Corona di perkantoran Jakarta ini disebut Dewi harus menjadi peringatan bahwa mematuhi protokol kesehatan itu penting. Berikut ini data klaster perkantoran Jakarta:

Kementerian: 20 klaster, 139 kasus
Badan/lembaga: 10 klaster, 25 kasus
Kantor di lingkungan Pemda DKI: 34 klaster, 141 kasus
Kepolisian: 1 klaster, 4 kasus
BUMN: 8 klaster, 35 kasus
Swasta: 14 klaster, 92 kasus

(dkp/fjp)