Klaster Perkantoran Urutan 5, Ini Daftar Klaster Corona di Jakarta

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 11:55 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kasus positif di DKI Jakarta terus meningkat dengan berbagai klaster dari hasil penelusuran. Klaster tertinggi pertama disebut merupakan pasien rumah sakit.

"Kontribusinya ini berasal dari klaster-klaster mana saja, pasien rumah sakit memang masih menempati urutan pertama sekitar 42%," ujar tim pakar Satgas COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam YouTube BNPB, Rabu (29/7/2020).

Selanjutnya Dewi menyebut klaster kedua diisi dari komunitas. Dimana pasien komunitas ini didapat dari hasil kontak tracing.

"Kemudian pasien di komunitas, ini yang hasil dari kontak tracing nih angkanya sekitar 39%. Biasanya oh si bapak A yang dulunya positif pernah ketemu siapa saja, akhirnya mulailah ada penyebaran disana. Kemudian ada ABK dan PMI ini sekitar 5,8%," tutur Dewi.

Klaster selanjutnya didapat dari pasar, perkantoran, hingga rutan. Beberapa klaster disebut memiliki angka kecil, namun tetap menyumbangkan bertambahnya kasus positif.

"Sisanya ada pegawai tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, rutan ini semua coba dikejar angkanya. Jadi ini angkanya kecil tapi menyumbangkan kasus positif," kata Dewi.

Disebutkan kasus-kasus ini berdasarkan hasil active case findings, sebanyak 3.567 kasus atau 28%. Kontak tracing 29% atau 3.694 kasus dan surveilans pasif 43% atau 5.477 kasus.

Berikut analisis data klaster di DKI Jakarta, 4 Juni-26 Juli 2020:

Pasien rumah sakit: 5.475 kasus (42.95%)
Pasien di komunitas: 4.995 kasus (39.19%)
ABK/PMI: 749 kasus (5.88%)
Pasar: 555 kasus (4.35%)
Perkantoran: 459 kasus (3.60%)
Pegawai di RS: 194 kasus (1.52%)
Pegawai di Puskesmas: 156 kasus (1.22%)
Kegiatan keagamaan: 114 kasus (0.89%)
Panti: 29 kasus (0.23%)
Rutan: 20 kasus (0.16%).

Tonton video 'Pentingnya Protokol VDJ untuk Mengurangi Risiko Penularan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]

(dwia/fjp)