Round-Up

3 Fakta Baru Pemeriksaan Maria Lumowa Pembobol BNI Rp 1,7 T

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 05:02 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi 
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait ekstradisi buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif sebesar Rp1,7 triliun diekstradisi dari Serbia setelah menjadi buronan sejak 2003. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.
  *** Local Caption ***
Foto: Maria Lumowa (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta -

Perjalanan kasus tersangka pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun Maria Pauline Lumowa (MPL) terus berlanjut. Kemarin, Maria Lumowa menjalani pemeriksaan Bareskrim Polri. Ada tiga fakta baru dari pemeriksaan Maria Lumowa.

Bareskrim Polri memeriksa Maria Lumowa pada Jumat (24/7/2020). Pemeriksaan ini menindaklanjuti penyidikan pada Kamis (23/7).

"Pemeriksaan hari ini terkait dengan pemeriksaan yang kemarin, yang beberapa pertanyaan ditujukan jkepada saksi AHW terkait dengan pemberian fasilitas kredit, pengajuan kredit, sampai dengan pencairannya kemudian L/C fiktif yang digunakan," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pada Kamis (23/7), penyidik Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri memeriksa Maria Lumowa dengan 27 pertanyaan. Maria Lumowa ditanyai soal identitas dan riwayat keluarganya.

"Tersangka MPL diberi 27 pertanyaan untuk sementara ini. Dari 27 pertanyaan itu, intinya yang ditanyakan adalah berkaitan dengan identitas dan riwayat keluarga itu pasti secara formilnya," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2020).

Maria Lumowa juga ditanyai seputar sejumlah perusahaan berkaitan dengan debitur dari Bank BNI yang mengajukan LC kredit. Selain itu, Maria Lumowa juga dicecar soal beberapa surat atau dokumen yang pernah dia buat.

"Kedua adalah berkaitan dengan beberapa perusahaan yang merupakan debitur dari BNI yang diajukan permohonan kredit LC. Itu kita tanyakan juga dan ada juga beberapa surat ataupun dokumen ataupun suatu surat pernyataan yang pernah dibuat oleh tersangka MPL, kita tanyakan kembali," tutur Argo.

Kembali ke pemeriksaan pada Jumat (24/7), Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan belum ada tersangka baru dalam kasus Maria Lumowa. Soal penelusuran aset Maria Lumowa, Ramadhan juga belum dapat menyampaikannya.

"Ini dalam pengembangan nanti kalau ditemukan dalam pemeriksaan ditemukan tersangka baru akan diumumkan," jelas Ramadhan.

Dari pemeriksaan menyangkut Maria Lumowa kemarin, terungkap fakta baru. Berikut fakta-faktanya:

Selanjutnya
Halaman
1 2