Round-Up

Salin Rupa Jumpa Pers Corona dari Kasus Pertama

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 06:50 WIB
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito (YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Ada yang baru dalam penyampaian update kasus Virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Juru bicara pemerintah kini berganti wajah. Bukan hanya itu, penyampaian capaian kinerja harian pun berubah.

Perubahan formasi itu menyusul diterbitkannya Perpres Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
Dalam Perpres itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga dibubarkan. Fungsinya kini diemban oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19, yang berada di bawah Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Aturan itu diteken Presiden Jokowi pada 20 Juli 2020.

Selain itu, ada perubahan dalam pengumuman kasus COVID harian.

Kisah perjalanan pengumuman kasus COVID harian ini berawal saat pertama kali kabar terkonfirmasinya kasus positif COVID-19 langsung disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Maret 2020. Jokowi mengungkapkan ada 2 orang yang berstatus positif COVID-19 yang disebut sebagai kasus 1 dan kasus 2 yang merupakan ibu dan anak.

"Dicek dan tadi pagi saya mendapatkan laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ujar Jokowi di Istana Merdeka.

Jokowi menyampaikan kabar itu didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Mensesneg (Menteri Sekretariat Negara) Pratikno, dan Seskab (Sekretaris Kabinet) Pramono Anung. Ibu dan anak itu disebut tertular virus dari warga negara Jepang saat itu mengikuti acara dansa di Jakarta.

Setelahnya Terawan memberikan keterangan pers mengenai pelbagai perkembangan kasus COVID-19. Pada 3 Maret 2020, Jokowi menunjuk Achmad Yurianto menjadi juru bicara (jubir) pemerintah untuk penanganan COVID-19.

"Jadi seusai arahan Presiden dan sudah ditunjuk juri bicara ini semua, namanya dr Achmad Yurianto, beliau terbekali data semua ada," ujar Terawan pada Selasa, 3 Maret 2020.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3