Penularan Corona Lewat Droplet, Yuri Minta Pilkada Tetap Pakai Tinta Celup

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 14:32 WIB
Achmad Yurianto dan Wiku Adisasmito
Achmad Yurianto dan Wiku Adisasmito saat meninjau simulasi Pilkada 2020. (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto meninjau simulasi pemungutan suara Pilkada 2020 di kantor KPU, Jakarta Pusat. Yuri kemudian mengkritisi penggunaan tinta oles pada simulasi itu

Pantauan detikcom pada Rabu (22/7/2020) sekitar pukul 09.28 WIB, Yuri bersama jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menghadiri simulasi pemungutan suara di kantor KPU pusat. Mereka memperhatikan penerapan protokol kesehatan di dalam tempat pemungutan suara (TPS).

Sesampai di bagian pemberian tinta, Yuri melihat petugas membasahi satu jari pemilih dengan tinta yang dioleskan dengan kuas. Hal ini berbeda dari pemilu sebelumnya. Dulu pemilih hanya mencelupkan jari ke dalam tinta.

Melihat ini, Yuri pun menyarankan sebaiknya petugas tetap memakai metode tinta celup. Sebab, ia mengungkapkan, virus Corona tidak tertular melalui kulit, melainkan droplet.

"Penularannya lewat droplet, virus tidak akan menular lewat kulit. Nah, itu dari awal kita simulasikan. Dari awal sudah kita jelaskan supaya kita nggak perlu masang alat, masang alat nanti akan makin banyak orang. Saran saya sih begitu," kata Yuri di KPU pusat, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2020).

Tonton video 'Kemenkes Bolehkan Tinta Celup Jari di Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2