Debat PKS Vs Pimpinan DPR soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di Paripurna

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 20:55 WIB
Ruang rapat paripurna DPR (Rolando/detikcom)
Foto ilustrasi rapat paripurna DPR. (Rolando/detikcom)

Belum selesai menyampaikan interupsi, mikrofon di meja Ansory tampak mati. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, yang memimpin rapat paripurna, lalu merespons dan mengatakan bahwa pimpinan DPR tidak tinggal diam terkait isu ini.

"Jadi begini, Pak Ansory, kalau Bapak sayang sama kita, kita sayang juga sama Bapak. Jadi waktu sudah habis, namun soal fakir miskin dan anak telantar kita sama-sama akan memikirkan. Kita nggak diam. Jadi kalau dibilang kita nggak bereaksi, boleh tanya dengan Badan Keahlian, kita sedang, nanti akan undang Pak Ansory dengan kawan-kawan Komisi IX, kita akan kunci perpres-perpres itu untuk memperhatikan fakir miskin dan anak telantar," kata Dasco dengan suara meninggi.

"Jadi jangan dikira kita pimpinan juga cuma diam. Kita juga sudah beberapa kali, tentunya Pak Ansory juga sudah mengikuti, kita sudah rapat, kemudian kita sudah minta supaya pemerintah tidak dinaikkan tapi dinaikkan. Dan kita akan sama-sama berjuang untuk fakir miskin dan anak-anak telantar. Itu janji kita, pimpinan," lanjut dia.

Ansory lalu meminta waktu menyampaikan tanggapan dan meminta agar mikrofon di mejanya dihidupkan kembali. Kali ini, ia menyoroti bantuan untuk BUMN yang jauh lebih besar daripada bantuan untuk fakir miskin.

"Bantuan ke BUMN Rp 156 triliun, padahal yang fakir miskin ini hanya Rp 2,3 triliun. Itu aja pimpinan, dan alasan-alasan yang lain. Untuk masyarakat ini nggak ada untung rugi untuk membicarakan kesehatan. Saya dukung Pak Sufmi Dasco, cuma nggak ada komentar, makanya saya seperti ini," ucap Ansory.

Dasco kembali memberi tanggapan. Politikus Partai Gerindra itu mengatakan akan mengundang pihak terkait di masa reses untuk membicarakan kenaikan iuran ini.

"Baik, jadi kita tidak komentar karena Badan Keahlian yang kita minta baru selesai, Pak, dan kita akan rencana ngundang dalam masa reses justru, untuk kita bicara enak-enak solusi supaya tidak perpres-perpres terus," jawab Dasco.

Halaman

(azr/azr)