Round-Up

Di Balik Humor Gus Dur soal '3 Polisi Jujur'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 07:15 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi media sosial (Edi Wahyono)

Kasus IS yang dimintai klarifikasi soal humor Gus Dur ini pun memicu raksi dari komunitas pecinta Gus Dur, Gusdurian. Diwakili oleh putri Gus Dur, Alissa Wahid, Gusdurian menyampaikan beberapa sikap.

"Meski kasus tersebut tidak diproses karena I (pria yang posting lelucon 3 polisi jujur) bersedia meminta maaf, namun pemanggilan terhadap Ismail oleh Polres Sula adalah bentuk intimidasi institusi negara terhadap warganya. Hal ini menambah catatan upaya menggunakan UU ITE sebagai instrumen untuk membungkam kebebasan berpikir dan berpendapat di Indonesia," demikian penggalan pernyataan Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian yang diteken Alissa Wahid selaku koordinator, Kamis (18/6/2020).

Pertama, mengapresiasi IS yang menggunakan hak konstitusionalnya sebagai warga negara dengan cara mengekspresikan dan menyatakan pendapatnya melalui platform media sosial.

Kedua, meminta aparat penegak hukum tidak mengintimidasi warga negara yang mengekspresikan dan menyatakan pendapat melalui media apa pun. Kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat adalah hak konstitusional wajib dilindungi oleh aparat penegak hukum. Penggunaan Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tidaklah tepat karena pasal pencemaran nama baik hanya berlaku untuk subjek perseorangan, bukan terkait dengan lembaga, apalagi pemerintah.

Ketiga, meminta lembaga legislatif mengevaluasi, merevisi, dan/atau bahkan menghapus UU ITE yang sering disalahgunakan untuk membungkam kebebasan berpendapat dan berekspresi di Indonesia.

Keempat, mengajak kepada seluruh GUSDURian dan masyarakat Indonesia untuk terus mendukung iklim demokrasi yang sehat, salah satunya dengan terus membuka ruang kritik yang membangun tanpa merasa terancam.

Hal senada juga disampaikan oleh putri ke-3 Gus Dur, Yenny Wahid meminta aparat kepolisian santai menanggapi segala bentuk candaan. Menurutnya tidak semua ekspresi masyarakat harus disikapi dengan pemanggilan.

"Ya polisi santai saja, nggak usah semua ekspresi di masyarakat kemudian harus disikapi dengan pemanggilan," kata Yenny, saat dihubungi, Kamis (18/6/2020).

Yenny mengatakan sebaiknya polisi fokus untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih lagi, menurutnya, di masa pandemi ini. Masyarakat harus diawasi warga agar mematuhi protokol kesehatan

Halaman

(rdp/rdp)