Round-Up

Di Balik Humor Gus Dur soal '3 Polisi Jujur'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 07:15 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi media sosial (Edi Wahyono)

Pada 2008, Hikam sedang berbincang bersama Gus Dur mengenai kasus korupsi Bank Century. Pembicaraan kemudian merembet ke soal Polri, lembaga yang dijadikan Gus Dur berada di bawah presiden, dipisahkan dari TNI. Sebagaimana diketahui, Gus Dur menjabat Presiden pada tahun 1999-2001.

Menanggapi isu kasus korupsi dan kepolisian, Gus Dur kemudian menyampaikan lelucon itu. Polri di era Orde Baru memang digunakan untuk mengawasi rakyat, namun itu perlu diubah di era reformasi.

"Nah, Polri memang sudah lama menjadi praktik kurang bener itu, sampai guyonan-nya kan hanya ada tiga polisi yang jujur: Pak Hoegeng (Kapolri 1968-1971), patung polisi, dan polisi tidur... hehehe...," demikian kata Gus Dur sebagaimana disampaikan kembali di situs NU Online.

detikcom menghubungi AS Hikam. Menurutnya, lelucon itu sudah disampaikan Gus Dur sebelum momen tahun 2008 itu. Konteksnya bisa jadi berbeda-beda antara satu kesempatan dengan kesempatan lainnya.

"Gus Dur itu kan guyonnya macam-macam, jadi waktu saya mendengarkan guyon tentang polisi yang jujur itu bukan baru, pastinya Gus Dur sudah pernah bercerita soal itu di tempat-tempat lain," kata Hikam kepada detikcom, Kamis (18/6/2020).

Dia sudah mendengar kabar soal warga yang dimintai keterangan oleh polisi gara-gara menuliskan ulang guyonan Gus Dur di Facebook. Hikam menilai polisi tidak perlu terlalu serius menanggapi guyonan dari Gus Dur itu.

"Aparat itu mesti paham lah soal humor. Ini karena nanti bisa jadi backlash juga ke polisi. Saya yakin itu karena saking 'semangat'-nya oknum polisi saja. Saya yakin itu karena oknum individual yang saking semangat. Kita nggak tahu kenapa dia bisa begitu, mungkin nggak pernah guyon," tutur Hikam.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4