Minta Data Pribadi Pasien Corona Dibuka, Penjual Kopi Gugat ke MK

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 14:19 WIB
Gedung Mahkamah Konstitusi
Gedung MK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penjual kopi dari Surabaya, Kusnan Hadi, meminta data pribadi pasien Corona dibuka semua. Ikut menggugat pula WN Surabaya Nur Afni Apfianti dalam kasus serupa. Keduanya sama-sama menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Apa alasannya?

"Pemohon 2 (Kusnan, red) sehari-hari bekerja sebagai penjual kopi, merasa khawatir pelanggan warungnya ternyata sudah terpapar Corona tanpa diketahui oleh Pemohon," ujar Kusnan dalam berkas permohonan yang dilansir website MK, Kamis (2/4/2020).

Adapun Nur Afni mengaku sebagai ibu rumah tangga khawatir terhadap virus Corona itu. Apalagi identitas pasien tidak diumumkan sehingga ia sangat takut. Keduanya menggugat Pasal Kerahasiaan Pasien, yaitu:

Pasal 48 ayat 2 UU Praktik Kedokteran

Rahasia kedokteran dapat dibuka hanya untuk kepentingan kesehatan pasien, memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum, permintaan pasien sendiri, atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Pasal 73 ayat 2 UU Tenaga Kesehatan

Rahasia kesehatan Penerima Pelayanan Kesehatan dapat dibuka hanya untuk kepentingan kesehatan Penerima Pelayanan Kesehatan, pemenuhan permintaan aparatur penegak hukum bagi kepentingan penegakan hukum, permintaan Penerima Pelayanan Kesehatan sendiri, atau pemenuhan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Selanjutnya
Halaman
1 2