Aksi 212, Ketum FPI Dorong DPR Bikin UU Potong Tangan-Leher Koruptor

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 18:54 WIB
Ketum FPI KH Sobri Lubis
Ketum FPI Sobri Lubis (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis mengusulkan hukuman berat untuk para koruptor. Sobri mengusulkan agar koruptor dihukum dengan potong tangan hingga potong leher.

Sobri saat menjadi orator di Aksi 212 mengatakan ada indikasi pelaku korupsi dilindungi oleh aparat penegak hukum. Dia kemudian berbicara hukum Islam terkait korupsi.

"Ada indikasi juga pelaku-pelaku korupsi dilindungi oleh aktor-aktor dan oknum-oknum aparat penegak hukum. Ini sangat memalukan, Saudara! Makanya kawan-kawan Islam itu simpel, hukum Islam itu, kayaknya kalau hukum sekarang ini udah nggak pantes untuk diterapkan di Indonesia, udah nggak bisa ngobatin Indonesia," ujar Sobri di Depan Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (21/2/2020).

Sobri mengajak massa mengusulkan kepada DPR supaya membentuk undang-undang pemberantasan korupsi. Dia meminta agar para koruptor dikenai hukuman potong tangan hingga potong leher.

"Kita rame-rame ngusulin ke DPR buat undang-undang pemberantasan korupsi. Hukumnya korupsi Rp 1 miliar ke bawah potong tangan, Rp 1 miliar ke atas potong leher. Setuju?" ujar Sobri, yang kemudian direspons oleh peserta aksi, "Setuju!"

Hukuman penjara bagi para koruptor, menurut Sobri, adalah mubazir. Menurutnya, hukum potong tangan dan leher bisa membuat orang jera.

"Jangan dipenjara, mubazir. Bikin abis duit negara. Suruh masuk kerja tangannya udah buntung. Masuk kerja lagi. Cukup 1 instansi 1 masing-masing satu orang. Kalau nggak mau kerja, potong leher. Dia akan jadi obat di instansinya setiap ketemu teman-temannya udah buntung tangannya, berhenti korupsi satu instansi," jelas dia.

Tonton video Massa Aksi 212 Mulai Orasi di Bundaran Patung Kuda:

Selanjutnya
Halaman
1 2