Saut Situmorang soal Wacana Hukuman Mati Koruptor: Jangan Retorika

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 19:11 WIB
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Agung Pambudhy/detikcom)
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku lebih tertarik soal memperkuat KPK dibanding ikut berbicara soal wacana hukuman mati bagi koruptor. Saut menyebut sebaiknya persoalan korupsi tidak diwarnai dengan retorika.

"Sebenarnya saya nggak terlalu tertarik bahas itu. Saya malah lebih tertarik gimana caranya kalau ada sopir truk nyogok sopir forklift di pelabuhan juga diambil gitu lo. Lo itu kan bukan kewenangan KPK? Ya iya makanya Undang-Undang KPK-nya diganti dengan yang lebih baik, terus Undang-Undang Tipikor-nya diganti," kata Saut di Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Bagi Saut, korupsi bukan hanya soal besar-kecilnya uang yang dicuri. Dia menekankan hal yang lebih penting, yaitu soal penegak hukum harus selalu dapat membawa siapa pun yang bertanggung jawab ke pengadilan.


"Makanya saya bilang jangan terlalu main di retorika-retorika yang seperti itulah. Mainlah yang membuat Indonesia lebih sustain berubah secara substantif," kata Saut.

Saut mengaku berkaca pada negara-negara yang indeks persepsi korupsinya tinggi. Dia menyebut negara-negara itu sudah mendidik generasi muda untuk memiliki integritas.

"Karena kalau dari sisi pencegahan, negara-negara besar mulai mendidik rakyat, (negara) yang di atas persepsi korupsi 85 itu, mereka mulai bahkan mendidik anaknya kalau ketemu dompet, cari alamatnya, antar ke rumahnya. Sesederhana itu," kata Saut.

"Jadi Anda jangan terlalu masuk di retorika itu. Betul yang besar kita kerjain, ya kan yang kecil juga kita kerjain," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2