Hitung Kebutuhan Blanko e-KTP, Kemendagri Prediksi Angka Kematian-Cerai

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 19:54 WIB
Mendagri Tito Karnavian dan Dirjen Dukcapil Zudan Arif (Lamhot Aritonang/detikcom)



Pemaparan Zudan kemudian diinterupsi oleh anggota Komisi II Johan Budi. Johan keheranan, mengapa Kemendagri bisa memprediksi angka kematian per tahun, tapi tak bisa memprediksi warga yang lulus sekolah per tahun.

"Pak Dirjen Dukcapil, Bapak bisa memperkirakan orang meninggal per tahun, tapi tidak bisa memperkirakan berapa orang yang akan lulus. Ini pertanyaan saya," ucap Johan.

"Kedua, ketika orang beda pekerjaan, kawin cerai. Dari dulu KTP saya PNS, pekerjaan saya berpindah-pindah, sudah nggak jadi PNS lagi. Kalau itu jadi dasar untuk perubahan, kenapa tak diubah, kenapa yang terjadi di lapangan tetap seperti itu," imbuh politikus PDIP itu.


Diberitakan sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengajukan pergeseran anggaran kementerian yang dia pimpin untuk pemenuhan blanko e-KTP 2019. Dari kebutuhan anggaran Rp 78,6 miliar, yang diajukan untuk digeser hanya sebesar Rp 15,9 miliar.

"Kurang 7.437.719 keping, kebutuhan anggarannya Rp 78.624.127.549," kata Tito dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi II, di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11).
Halaman

(zak/jbr)