DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 14:51 WIB

Dihukum 1 Tahun, Ini Pelanggaran Pecatan TNI Penculik Cabul di Kendari

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Dihukum 1 Tahun, Ini Pelanggaran Pecatan TNI Penculik Cabul di Kendari Foto: Pelaku penculikan ditangkap (Sitti Harlina/detikcom)
Makassar - Disertir TNI, Adrianus Pattian, menculik dan mencabuli 6 orang anak perempuan divonis bersalah oleh Pengadilan Militer Makassar karena melalukan aksi disersi. Dia divonis hukuman 1 tahun penjara.

Hal ini berdasarkan putusan Pengadilan Militer Makassar di lamannya, Selasa (14/5/2019). Duduk sebagai oditur atau penuntut umum adalah Hasta Sudiki dalam sidang putusan yang dilakukan pada Kamis, 9 Mei 2019 lalu.

"Menyatakan terdakwa tersebut di atas yaitu Adrianus Pattian, Prada NRP 31150255080194 terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melalukan tindak pidana disersi dalam waktu damai," bunyi putusan itu.
"Memidana terdakwa oleh karena itu dengan Pidana Pokok penjara selama 1 tahun. Pidana tambahan dipecat dari dinas militer," sambung putusan ini.

Dalam perkara ini, oditor menyebut bahwa Adrianus sejak bulan Agustus 2018 hingga Oktober 2018, telah melakukan tindak pidana militer yang dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa izin dalam waktu damai minimal satu hari dan tidak lebih lama dari tiga puluh hari.

Yang dilakukan Adrianus, menurut oditur adalah dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Bahwa Terdakwa adalah anggota TNI AD yang sampai saat melakukan perbuatan yang menjadikan perkara ini masih berstatus dinas aktif sebagai Ta Yonif 725/Wrg dengan pangkat terakhir Prada NRP. 31150255080194.
2. Bahwa Terdakwa meninggalkan Kesatuan Yonif 725/Wrg tanpa ijin yang sah dari Danyonif 725/Wrg atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 14 Agustus 2018 dan sampai sekarang belum kembali ke kesatuan.

3. Bahwa Saksi-1 (Lettu Inf Tasliem), Saksi-2 (Serka Syainur Aladin), dan Saksi-3 (Pratu Andre Eko Prabowo) mengetahui pada tanggal 14 Agustus 2018 sekira pukul 07.00 Wita saat dilakukan pengecekan apel pagi oleh Pasiops Yonif 725/Wrg atas nama Lettu Inf Sulhandi di Lapangan apel Yonif 725/Wrg Terdakwa tidak hadir tanpa keterangan.

4. Bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak Kesatuan adalah berupaya melakukan pencarian terhadap Terdakwa disekitar barak remaja dan di tempat-tempat yang biasa didatangi oleh Terdakwa namun Terdakwa tidak berhasil diketemukan sesuai berita acara tidak ditemukan Terdakwa yang dibuat Penyidik Denpom XIV/3 tanggal 23 Oktober 2018.
5. Bahwa selama Terdakwa pergi meninggalkan Kesatuan Yonif 725/Wrg tanpa ijin yang sah dari Danyonif 725/Wrg atau atasan yang berwenang Terdakwa tidak pernah menghubungi Kesatuannya untuk memberitahukan keberadaannya baik melalui surat maupun melalui telepon.
6. Bahwa dengan demikian Terdakwa telah pergi meninggalkan Kesatuan Yonif 725/Wrg tanpa ijin yang sah dari Danyonif 725/Wrg atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 14 Agustus 2018 sampai dengan tanggal 09 Oktober 2018 sesuai Laporan Polisi Nomor : LP-21/A-18/X/2018/Idik tanggal 09 Oktober 2018 atau selama 56 (lima puluh enam) hari secara berturut-turut atau lebih lama dari tiga puluh hari.

7. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Danyonif 725/Wrg atau atasan lain yang berwenang, NKRI atau daerahnya dalam keadaan damai dan Kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan untuk melaksanakan tugas operasi militer/perang.

Atas pertimbangan oditor di atas, maka Pengadilan Militer berpendapat bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah cukup memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana menurut pasal 87 ayat (1) ke-2 juncto ayat (2) KUHPM.

Sebelumnya, warga di Kota Kendari, Sultra dibuat geger dengan penculikan sejumlah anak di bawah umur oleh oknum anggota TNI yang telah dipecat, Adrianus Pattian. Tak hanya menculik anak yang masih di bawah umur, Adrianus juga mencabuli korbannya dan menelantarkannya begitu saja usai melakukan aksi bejatnya.
Adrianus merupakan mantan anggota TNI berpangkat Prajurit dua (Prada), yang bertugas di Batalyon Infanteri 725/Woroagi (Yonif 725/WRG). Dia kemudian menjadi DPO TNI sejak 2018 lalu karena meninggalkan batalyon (disersi).

"Pelaku (Adrianus) bergabung pada kesatuan pada tahun 2011, namun sudah resmi dipecat (dari batalyon)," ujar Kasrem 143/Ho, Letkol Inf Arif Susanto.

Di tengah status DPO itu, Adrianus malah melakukan aksi bejat dengan menculik dan mencabuli anak yang masih di bawah umur. Kasus pencabulan dan penculikan ini ditangani pihak kepolisian karena Adrianus sudah bukan lagi anggota TNI.

"Pelaku saat ini sudah resmi bukan lagi anggota TNI, sehingga kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan atas perbuatannya," kata Pangdam XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal Surawahadi, saat menyerahkan berkas dan pelaku kepada pihak kepolisian untuk segera diproses sebagai masyarakat sipil, Jumat (3/5) lalu.


Detik-detik Penangkapan Buron Penculikan Anak di Kendari:

[Gambas:Video 20detik]


(fiq/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed