Palyja: Proyek Gorong-gorong di Pluit Milik PAM Jaya

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 02 Mei 2018 14:29 WIB
Lubang tempat pekerja tertimbun tanah di Pluit (Foto: M Fida-detikcom)
Jakarta - PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) memberi tanggapan soal insiden pekerja galian yang tertimbun tanah di Pluit, Jakarta Utara. Palyja mengatakan Tarno (42) yang tewas tertimbun di gorong-gorong bukan bekerja untuk mereka.

"Pekerja yang terperosok di gorong-gorong dan tertimbun longsor bukan karyawan atau kontraktor Palyja," kata Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head, Lydia Astriningworo lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (2/5/2018).


Palyja menyatakan tak terlibat dalam pengerjaan maupun pengawasan proyek penggalian saluran air bersih untuk Rusun Penjaringan ini. Mereka mengatakan pengerjaan itu merupakan proyek PAM Jaya.

"Palyja tidak terlibat baik dalam hal pengerjaan maupun pengawasan proyek Pipa Rusun Penjaringan ini. Proyek Pipa Rusun Penjaringan Tower 1 & 2 Blok E, F, G. Jl. Tanjung Wangi/Tanah Pasir adalah proyek PAM Jaya," ujar Lydia.


Sebelumnya diberitakan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan memanggil PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) terkait pekerjanya yang tewas terperosok di gorong-gorong di Jakarta Utara. Pemanggilan tersebut untuk mengevaluasi kecelakaan kerja yang terjadi Selasa (1/5) malam.

"Saya akan memanggil Kepala Dinas Ketenagakerjaan untuk melakukan evaluasi, memanggil pihak Palyja dan kontraktornya untuk memastikan, satu ini akan dievaluasi dan investigasi," kata Sandi di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).


Pemanggilan tersebut direncanakan hari ini. Sandi juga mengatakan akan ada sanksi yang diberikan akibat tewasnya Tarno (42) yang tertimbun longsor saat bekerja.

"(Pemanggilan) Hari ini. (Sanksi) Harus sesuai dengan ketentuan," tutur Sandi.


Dalam kecelakaan ini Sandi menyampaikan belasungkawa. Dia juga berharap kontraktor bisa menginstruksikan para pekerjanya untuk mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja.

"Seperti diketahui Palyja dan kontraktornya itu sudah melakukan kegiatan ini selama berbelas-belas, berpuluh tahun mungkin. Sudah saatnya memastikan keselamatan kerja itu, bukan hanya yang ditulis safety first tapi merupakan hal yang kita lakukan dalam keseharian kita," sambungnya.


Insiden ini terjadi pada Selasa (1/5) sekitar pukul 17.00 WIB. Tarno tewas tertimbun saat mengecek galian gorong-gorong yang hampir selesai. Jasad Tarno berhasil dievakuasi pada pukul 04.00 WIB tadi. Evakuasi dilakukan petugas damkar hingga Basarnas. (jbr/fjp)