detikNews
Selasa 19 September 2017, 11:37 WIB

Penjelasan Bang Japar Soal Kehadiran di Kerumunan Pengepung LBH

Jabbar Ramdhani - detikNews
Penjelasan Bang Japar Soal Kehadiran di Kerumunan Pengepung LBH Foto: Kondisi pascarusuh di LBH Jakarta (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bang Jawara dan Pengacara (Japar) Djudju Purwantoro mengatakan dia dan anggotanya datang langsung ke kantor LBH Jakarta pada Minggu (17/9) malam. Dia mengatakan kedatangannya itu untuk memastikan acara yang digelar di dalam LBH Jakarta.

"Minggu malam sebenarnya kita bukan ikut aksi. Tapi saya sendiri ingin konfirmasi dan menyaksikan langsung bahwa bentuk kegiatannya itu seperti apa," kata Djudju kepada detikcom, Selasa (19/9/2017).


Djudju mengatakan dia sudah sempat datang pada Sabtu (16/9) sore. Ketika itu, Bang Japar melakukan orasi dan pihak kepolisian akhirnya meminta pihak LBH Jakarta menghentikan kegiatan mereka.

Lalu, keesokan harinya, mereka mendapatkan informasi dari masyarakat pihak LBH Jakarta masih menggelar acara.


"Pada Sabtu sore kan pihak kepolisian sudah menyatakan tidak boleh dilanjutkan kegiatan itu. Kemudian pada minggu mereka membuat acara pentas seni bernama 'Asik, Asik, Aksi'," tuturnya.

Djudju mengaku datang ke lokasi pada pukul 22.00 WIB. Ketika itu dia bersama Kapolres Jakarta Pusat dan Kasat Reskrim Polres Jakpus berada di depan kantor LBH Jakarta.


Bersama pihak kepolisian, Djudju bernegosiasi untuk masuk ke dalam LBH Jakarta. Hingga akhirnya Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis datang ke lokasi, hasil negosiasi pihak yang dibolehkan masuk ke dalam ialah Kapolres Jakpus dan Komandan Kodim Jakpus untuk masuk ke dalam LBH.

"Mereka hanya memperbolehkan perwakilan kepolisian saja untuk masuk. Jadi hanya diwakili kapolres dan dandim yang masuk ke dalam. Tapi mau bagaimana, masyarakat sudah tidak puas. Perwakilan masyarakat tidak dibolehkan? Jadi kan makin penasaran dan makin panas," ujarnya.


Djudju mengatakan, saat keluar dari dalam LBH Jakarta, Kapolres dan Dandim Jakpus menerangkan tidak terjadi apa-apa di dalam. Namun, dia mengatakan massa tidak percaya.

Kapolda juga sempat mempersilakan Bang Japar untuk melaporkan ke pihak kepolisian jika terindikasi ada pelanggaran pidana dalam acara tersebut. Di saat yang sama, Kapolda juga meminta Djudju bersama anggotanya sekitar 10-20 orang untuk tetap menjaga situasi kondusif.


"Tapi kalau ada indikasi pelanggaran, kami dari Bang Japar akan mengajukan proses hukum," ujarnya.

Djudju akhirnya meninggalkan lokasi pada Minggu (17/9) sekitar pukul 01.00 WIB. Dia mengatakan beberapa anggotanya sempat dibawa oleh pihak kepolisian. Djudju mendatangi Polda Metro Jaya untuk meminta anggotanya dilepaskan karena tidak terindikasi melakukan pelanggaran.

"Bicara Bang Japar, ini kan tidak ada korban, tidak ada anarkis. Tapi tetap dibawa 2-3 orang. Tapi tadi subuh sudah dikeluarkan," ucap dia.


Terkait kerusakan yang terjadi di Kantor LBH Jakarta, Djudju menyebut hal itu sebagai ekses atas kebuntuan komunikasi antara massa dan pihak LBH Jakarta. Dia menyayangkan hal tersebut terjadi.

"Seharusnya ya (tak ada pengerusakan), tapi sepertinya tidak dapat dihindari karena terjadi kebuntuan komunikasi antara kita masyarakat dan mereka yang ada di dalam itu," ujarnya.
(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com