Putri Tanjung: Pengusaha Kreatif Harus Ciptakan Ide Bisnis untuk Atasi Masalah

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 08:20 WIB
Surabaya -

Staf Khusus Presiden RI sekaligus Pengusaha Putri Tanjung membagikan cara untuk membangun bisnis kreatif yang berdampak dalam acara "Pahlawan Digital UMKM Roadshow: Educating Youth Business".

Di hadapan 80 wirausaha muda Banyuwangi yang hadir langsung dan 300 lainnya hadir secara virtual, Putri mengatakan, pengusaha adalah orang yang mampu melihat permasalahan dan menciptakan solusi yang berdampak bagi banyak orang, khususnya calon konsumen.

"Jadi kita adalah agen pemecah masalah. Masalah di Indonesia ini banyak, kita sebagai pengusaha melihat itu sebagai peluang," kata Putri dalam acara yang digelar di Hotel El Royale, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (21/11/2021).

Putri kemudian menyampaikan langkah-langkah untuk menjadi creativepreneur. Pertama, mencari dan menghasilkan ide. Ide bisa muncul dari hal-hal yang disukai, melihat permasalahan di masyarakat, sampai mencari tahu kebutuhan dan keinginan masyarakat.

"Ide tersebut harus bisa menyelesaikan masalah dan harus inovatif, harus berbeda," ujar dia.

Setelah memiliki ide bisnis, kata Putri, langkah selanjutnya adalah menentukan model bisnis untuk merealisasikan ide tersebut. Model bisnis bisa dicari tahu dengan menonton video di YouTube hingga berselancar di Google.

Langkah berikutnya adalah membuat tujuan yang SMART, yakni spesifik, measurable atau bisa diukur, attainable alias bisa diwujudkan, relevan, dan time based.

"Kemudian, tentukan prioritas. Saat kita terlalu banyak project, kita harus tahu prioritas, buat priority matrix. Yang paling penting, kita harus prioritaskan project yang low effort tapi dampaknya besar. Kedua, cari effort yang lebih besar tapi dampaknya jauh lebih besar. Yang dampaknya kecil-kecil nanti-nanti saja. Ini sangat membantu kita jadi fokus," tutur Putri.

Terakhir, kata Putri, yang terpenting adalah konsisten dan lincah atau selalu beradaptasi. Kedua hal tersebut harus seimbang agar bisnis yang dijalankan bisa tetap bertahan.

"Intinya kita harus terus berpikir strategik yang menguntungkan bisnis kita dan enggak melewatkan kesempatan. Kenapa penting harus lincah? Karena kebutuhan dan keinginan konsumen selalu berubah," ucap Putri.

"Yang aku pelajari selama pandemi, kalau enggak belajar, enggak terbuka dengan perubahan, kita enggak akan bisa mengikuti arus yang cepat ini," imbuhnya.