Merasakan Sensasi Jadi Pilot dengan Terbangkan Pesawat Mainan dari Styrofoam

M Rofiq - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 20:18 WIB
Di tangan Komunitas Airmodeling Probolinggo, styrofoam bisa dijadikan berbagai model pesawat mainan. Bahkan, pesawat mainan tersebut bisa terbang layaknya pesawat sungguhan.
Komunitas Airmodeling Probolinggo menerbangkan pesawat mainan dari styrofoam/Foto: M Rofiq
Probolinggo -

Di tangan Komunitas Airmodeling Probolinggo, styrofoam bisa dijadikan berbagai model pesawat mainan. Bahkan, pesawat mainan tersebut bisa terbang layaknya pesawat sungguhan.

Di lapangan Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, anggota komunitas ini biasa menerbangkan sejumlah pesawat mainan tersebut. Apa yang mereka lakukan kemudian menjadi tontonan warga setempat.

Ada puluhan anggota yang berkumpul di lapangan tersebut. Mereka berkumpul untuk sama-sama mencoba pesawat mainan tersebut. Modelnya bermacam-macam. Ada yang khusus untuk terbang santai seperti pesawat domestik. Ada juga yang memang untuk race atau adu kecepatan.

Dalam pesawat mainan ini dipasang dinamo dan baling-baling drone. Sehingga bisa diterbangkan dan dikendalikan menggunakan remote. Sekilas mereka seperti merasakan sensasi menjadi pilot.

"Cara menerbangkan perlu latihan dulu, tidak langsung bisa mahir menerbangkan. Bisa-bisa pesawat dari styrofoam ini rusak atau hilang kendali. Cara menurunkan pesawat juga gak harus ada landasan, atau langsung aja ditangkap," ujar Ketua Airmodeling Probolinggo, Abbas, saat dikonfirmasi, Selasa (24/8/2021).

Abbas mengatakan Airmodeling Probolinggo sudah lama terbentuk. Komunitas ini merupakan gabungan dari pencinta air modeling di seluruh pelosok Kabupaten/Kota Probolinggo.

Di tangan Komunitas Airmodeling Probolinggo, styrofoam bisa dijadikan berbagai model pesawat mainan. Bahkan, pesawat mainan tersebut bisa terbang layaknya pesawat sungguhan.Komunitas Airmodeling Probolinggo/ Foto: M Rofiq

Biaya pembuatan pesawat mainan ini mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Itu sudah lengkap dengan remote, dinamo dan baling-baling pesawatnya.

Banyak model pesawat mainan yang mereka buat. Mulai dari pesawat santai, pesawat logistik hingga pesawat tempur. Kapasitas terbangnya tidak terlalu tinggi untuk pesawat yang khusus race atau balapan.

"Kalau ditanya rasanya menerbangkan pesawat dari styrofoam, bisa dikatakan seperti mengendalikan pesawat beneran. Mulai dari awal menerbangkan hingga saat manuver di udara, cara mengendalikan tidak serumit pesawat sungguhan. Karena mengendalikan pakai remote control mirip dengan drone," tambah Abbas.

Spesifikasinya bisa dibedakan antara pesawat mainan biasa dengan pesawat khusus balapan. Salah satunya bisa dilihat dari baling-baling pesawat yang ada. Khusus untuk race, baling-balingnya ada di bagian belakang.

Ada juga anggota yang mempunyai pesawat mainan dengan spesifikasi tinggi. Seperti sudah dilengkapi dengan sistem GPS dan kamera untuk ambil video.

Harganya bisa mencapai Rp 10 juta. Pesawat mainan itu bisa terbang sesuai dengan sistem GPS yang ditentukan. Terbang dan bisa turun sendiri sesuai setelan GPS.

Komunitas Airmodeling Probolinggo juga kerap membentuk formasi layaknya pesawat tempur, saat sedang menerbangkan pesawat mainan itu. Untuk perawatan, hanya harus sering dicek masalah kelistrikan sebelum terbang dan daya baterainya.

(sun/bdh)