Jawa Timur Disebut Tak Ada Desa Tertinggal

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 13:47 WIB
Gubernur Khofifah
Foto: Tangkapan Layar
Surabaya - Di Jawa Timur kini tak ada desa berstatus tertinggal dan sangat tertinggal. Yang ada hanya desa dengan status mandiri dan maju. Hal ini buah dari pemerataan pembangunan.

Dari data Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2021 Kementerian Desa PDTT, jumlah desa mandiri dan maju di Jatim tertinggi di antara provinsi lain di Indonesia.

Hal ini tertuang dalam SK Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor 398.4.1 Tahun 2021 tentang Perubahan Keempat Atas Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Nomor 30 Tahun 2016 Tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa yang dirilis kemarin (19/8).

Data IDM tahun 2021, tercatat 3.269 desa di Indonesia dinyatakan sebagai desa mandiri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 697 desa atau 21,32 persen berada di Jatim.
Pencapaian ini merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Tak hanya status desa mandiri yang tertinggi, desa dengan status maju di Jatim juga mendominasi secara nasional dengan total 3.283 desa. Angka ini diikuti oleh Jawa Tengah dengan total 2.295 desa maju dan Jawa Barat sebanyak 2.102 desa maju.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersyukur karena pembangunan di tingkat pedesaan terus tumbuh. Pertumbuhan ini baik berdasarkan Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) yang menjadi dasar dalam mengukur IDM.

"Alhamdulillah, berdasarkan Indeks Desa Membangun Tahun 2021 yang dirilis Kemendes/PDTT saat ini di Jawa Timur sudah tidak ada lagi desa tertinggal apalagi desa sangat tertinggal. Yang harus kita syukuri saat ini ada 697 desa mandiri di Jatim, yang merupakan jumlah terbanyak secara nasional," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (20/8/2021).

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, per 21 Juli 2021 menyebut tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan di Jatim paling tipis jika dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Jawa. Sementara kontribusi terbesar angka penurunan kemiskinan di Jatim berada di wilayah pedesaan dengan total penurunan sebanyak 33.246 orang.

"Dalam setiap proses pembangunan yang dilakukan terdapat ikhtiar agar terus menekan angka kemiskinan serta mendorong kesejahteraan masyarakat terus meningkat," tuturnya.

Khofifah menjelaskan, terjadi peningkatan jumlah desa mandiri di Jatim pada tahun ini dibandingkan pada tahun 2020 sebanyak 332 desa. Begitu pula pada status IDM maju yang meningkat tajam dari 2.621 desa pada tahun 2020 menjadi 3.283 desa.

"Tahun lalu masih terdapat 3 desa tertinggal dan satu desa sangat tertinggal. Tahun ini sudah tidak ada lagi. Hal ini setelah ditetapkannya dua desa di Jatim, yakni Renokenongo dan Kedungbendo di Kabupaten Sidoarjo sebagai desa yang tidak memenuhi kriteria pembentukan desa sesuai UU Nomor 6 tahun tahun 2014 tentang desa," jelasnya.

Selain itu, Khofifah menyebut pihaknya memiliki berbagai program. Diantaranya program Desa Berdaya dan Paman Desa yang memberikan stimulus berupa permodalan di tingkat desa.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20,1 miliar untuk Paman Desa dengan sasaran 301 BUMDesa. Kemudian anggaran untuk Desa Berdaya senilai Rp 15,1 miliar untuk 151 Desa Mandiri

"Keberhasilan ini juga tidak lepas dari kerja keras semua pihak. Maka saya menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah, camat, kepala desa dan seluruh pendamping desa, serta perguruan tinggi yang telah melakukan pendampingan sehingga tercapainya peningkatan terhadap status IDM di Jatim," paparnya.

Khofifah juga memberikan apresiasinya terhadap lima desa yang masuk dalam 10 ranking tertinggi nasional. Lima desa asal Jatim antara lain Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan skor 0,9981; Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi dengan skor 0,9924; Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan skor 0,9886; Desa Gentengwetan, Kecamatn Genteng, Banyuwangi 0,9867; Desa Punten, Kecamatan Bumiaju, Kota Batu dengan skor 0,9775.

"Selamat atas pencapaian yang telah diraih. Menjadi desa mandiri dan masuk sebagai ranking tertinggi secara nasional adalah bukti keseriusan seluruh komponen desa dalam mewujudkan pembangunan yang maksimal," pungkas Khofifah. (hil/fat)