Kompaknya Warga Kota Pasuruan Bergantian Kirim Makanan ke Pasien Isoman

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 10:59 WIB
Jiwa gotong royong masyarakat semakin tumbuh di tengah pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai. Seperti ditunjukkan warga Kota Pasuruan yang saling menolong saat warga terpapar COVID-19.
Warga Kota Pasuruan menaruh makanan untuk pasien yang isoman/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan - Jiwa gotong royong masyarakat semakin tumbuh di tengah pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai. Seperti ditunjukkan warga Kota Pasuruan yang saling menolong saat warga terpapar COVID-19.

Di salah satu perumahan di Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, warga memperlakukan pasien OTG yang isolasi mandiri (isoman) di rumah dengan sangat baik. Tak ada stigma karena warga sudah menyadari COVID-19 bukan aib.

Sebaliknya warga berusaha membantu menyediakan keperluan pasien yang isoman. Secara bergantian warga mengirim makanan pagi, siang dan malam. Makanan itu diletakkan di pagar rumah sehingga warga tetap bisa menjaga jarak dan kontak dengan baik.

"Begitu dapat kabar ada yang isolasi mandiri, ibu-ibu tetangga satu blok berembuk. Mereka sepakat menjadwal siapa-siapa yang mengirim makanan. Alhamdulillah semua kompak dan warga bisa mengirimkan makanan setiap hari pagi, siang dan malam," kata Ketua PKK RT 05/RW 02 Kelurahan Sekargadung, Revi Puspitasari, Sabtu (10/7/2021).

Revi mengatakan selain makanan dan minuman dari tetangga satu blok, pihaknya juga mengupayakan donasi dari warga di blok-blok lain. Donasi berupa uang kemudian dibelikan keperluan selain makanan.

"Jumlahnya mungkin nggak banyak, tapi itu adalah wujud perhatian ke sesama tetangga. Semoga dengan itu warga yang isolasi mandiri bisa nyaman dan cepat pulih," terangnya.

Ketua RT setempat, Teguh Wicaksono mengatakan, beberapa kali warganya menjalani isolasi mandiri. Mereka semua diperlakukan dengan baik, diberikan dukungan moral dan logistik.

"Mereka yang akan isolasi mandiri juga terbuka dan melaporkan ke RT. Dengan demikian, pihak RT bisa sosialisasi sehingga warga tak kaget dan bisa bersikap semestinya. Terima kasih kepada warga yang selalu mendukung pasien yang isolasi mandiri," terang Teguh.

Pemkot Pasuruan menyediakan 4 gedung dan 1 hotel sebagai rumah karantina pasien OTG. Namun semua lokasi terkadang penuh karena lonjakan kasus harian yang tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengatakan, beberapa orang pasien OTG melakukan isoman di rumah. Isolasi di rumah diperbolehkan asalkan memenuhi syarat tertentu.

"Memang ada yang isolasi mandiri di beberapa kelurahan. Itu pun syaratnya ketat. Ada kamar mandi sendiri, alat masak dan makan sendiri. Tapi kami tetap upayakan isolasi di rumah karantina," pungkasnya. (sun/bdh)