Dapur Surabaya Beri 350 Paket Makan/Hari ke Pasien COVID-19 yang Isoman

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 22:09 WIB
Komunitas Dapur Surabaya siap mengantarkan makanan gratis ke pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Baik untuk makan siang maupun malam.
Dapur Surabaya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Komunitas Dapur Surabaya siap mengantarkan makanan gratis ke pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Baik untuk makan siang maupun malam.

Dapur Surabaya didirikan oleh pasangan suami istri Rex Wuinarno (39) dan Regina Glady Gledy Kaseger (31). Mereka telah mendirikan dapur dan memberi makanan bagi pasien COVID-19 sejak setahun yang lalu.

Per hari, mereka bisa mengirimkan 350 paket makanan ke pasien COVID-19 yang tengah isoman. Sedangkan per bulannya mereka mampu menyalurkan makanan hingga 10 ribu paket.

Wuinarno menuturkan, sebenarnya Dapur Surabaya sudah ada sebelum pandemi. Tepatnya yakni 3 tahun yang lalu atau tahun 2019. Namun sejak adanya pandemi COVID-19, mereka juga membantu para pasien yang sedang isolasi di rumah.

"Bantuan makanan itu sejak pandemi tahun lalu. Cuma kalau kami masak sudah dari sejak 2019. Kami sudah bantu warga-warga yang miskin dan membutuhkan," tutur Wuinarno kepada detikcom, Kamis (8/7/2021).

Ia dan istrinya mengaku memberi bantuan makanan karena melihat banyak keluarga maupun pasien COVID-19 yang tak bisa makan, usai terpapar. Sedangkan mereka harus menjalankan isolasi di rumah.

"Kami lihat di lapangan ada yang ayahnya sudah meninggal, ibu mereka meninggal, ada yang tidak bisa makan. Saya bilang sama istri yuk kita bikin sesuatu," ujar Wuinarno.

Komunitas Dapur Surabaya siap mengantarkan makanan gratis ke pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Baik untuk makan siang maupun malam.Dapur Surabaya/ Foto: Istimewa

"Akhirnya dari 5 paket, 10 paket ya Puji Tuhan kita bisa 10 ribu paket per bulannya," imbuhnya.

Sedangkan untuk dana, Wuinarno mengaku awalnya dari kantong pribadi. Namun saat ini mereka juga banyak menerima sumbangan dari para donatur. Baik itu berupa uang atau bahan makanan.

"Awalnya pribadi, dari suami istri saja, kami. Cuma tiba-tiba ini orang-orang saling sharing dan efeknya jadi positif. Jadi ada orang yang mengirimkan duit, kotak makanan dan bahan makanan," papar Wuinarno.

"Dan dana itu kami buat transparansi. Kami buat laporan supaya kami bisa pertanggungjawabkan kepada setiap donatur," tambahnya.