4 Warung Ditutup Karena Pemiliknya Meninggal COVID-19, Ini Kata Wali Kota Eri

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 23:53 WIB
warung yang ditutup karena pemilik meninggal
Warung yang ditutup (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Empat warung di Jalan Ikan Dorang, Krembangan ditutup. Penutupan dilakukan karena salah satu pemilik warung dikabarkan meninggal karena COVID-19.

Pada warung itu tertempel kertas bertuliskan 'warung ini ditutup karena penjual meninggal akibat COVID-19, terima kasih' dan 'tutup sementara'. Namun kertas yang bertuliskan 'warung ini ditutup karena penjual meninggal akibat COVID-19, terima kasih' disobek-sobek oleh pedagang lain di sekitar lokasi.

Pedagang lain tak ingin terimbas karena penutupan warung tersebut. Pedagang juga menyakini bahwa Cak Nan, pemilik warkop, meninggal bukan karena COVID-19, tetapi karena sakit lambung.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membenarkan adanya penutupan warung tersebut karena salah satu pemiliknya meninggal karena COVID-19. Soal penempelan kertas, Eri menyebut kertas tersebut ditempel oleh Satgas Kampung tangguh.

"Itu sing masang (yang masang), Satgas COVID-nya kampung. Jadi nggak salah itu di Perak Barat ya. Kalau nggak salah rumahnya di Moro Krembangan," kata Eri kepada wartawan saat berkantor di Kelurahan Kertajaya, Jumat(21/5/2021).

Eri menyampaikan berawal dari informasi itu, Pemkot Surabaya kemudian melakukan tracing dan hasilnya negatif semua. Selanjutnya Satgas Mandiri melakukan langkah preventif agar tidak terjadi kerumunan, oleh satgas ditempelkan tulisan itu di warung itu dan ditutup sementara.

"Akhirnya oleh (Satgas) modelnya dia ditulisin begitu. Akhirnya sebelah-sebelahnya tutup. Dengan harapan mengurangi keramaian tadi, Satgas membuat tulisan itu, tutupnya kalau nggak salah insyaallah satu bulan, nanti sebulan dibuka lagi oleh satgas COVID-19. Saya sampaikan ya itulah kalau satgas COVID-19 lek njogo lingkungannya (menjaga lingkungannya) bisa seperti itu. Bisa sendiri-sendiri," jelas Eri.

Eri menegaskan yang menempelkan tulisan pada kertas itu adalah Satgas COVID-19 Kampung. Namun buka dari Pemkot Surabaya.

"Dari Satgas COVID-19 (kampung) bukan dari pemerintah. Tapi disitu saya lihat saking cintanya di lingkungan akhirnya melakukan itu. Nah ini saya berharap, kami akan melakukan koordinasi dengan Satgas COVID-19 agar bisa menjaga masing-masing lingkungannya," ungkap Eri.

Eri membenarkan jika salah satu pedagang warung di Jalan Ikan Dorang yang ditutup itu meninggal karena COVID-19.

"Karena COVID, iya di rumah sakit kan (meninggalnya), jadi benaran ini karena COVID makanya ditutup semuanya," tandas Eri.

(iwd/iwd)