Saat Tahanan di Ponorogo Diajari Tahlil

Charolin Pebrianti - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 11:08 WIB
Kisah inspiratif datang dari AKP Beny Hartono. Polisi yang menjabat sebagai Kapolsek Sukorejo, Ponorogo ini dikenal punya jiwa sosial tinggi.
AKP Beny Hartono mengajari para tahanan/Foto: Charolin Pebrianti/detikcom
Ponorogo -

Kisah inspiratif datang dari AKP Beny Hartono. Polisi yang menjabat sebagai Kapolsek Sukorejo, Ponorogo ini dikenal punya jiwa sosial tinggi.

Beny menyisihkan sebagian gajinya untuk membelikan para tahanan buku agama. Mulai dari juz amma, tuntunan salat, iqra hingga kitab suci Al-Qur'an.

"Jadi ini untuk mengisi hati para napi, supaya hatinya diisi dengan kebaikan," tutur Beny kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Beny menambahkan, para tahanan biasanya hanya tidur dan bangun tanpa kegiatan berarti. Saat Bulan Ramadhan ini, Beny pun mengajak para tahanan belajar memperdalam ilmu agama.

"Saya tekankan untuk bisa tahlil, baca tahlil sehabis salat. Jadi punya ilmu, paling tidak bermanfaat untuk keluarga," jelas Beny.

Nantinya, lanjut Beny, para tahanan ini bisa menyadari kesalahannya hingga berakhir di jeruji besi. Serta tidak mengulangi kesalahan yang sama.

"Dengan menyadari semua di sini sebagai tempat belajar, mudah-mudahan bisa berguna dan bermanfaat," imbuh Beny.

Pantauan detikcom, Beny terlihat telaten mengajari para tahanan. Ada tahanan yang tidak bisa membaca huruf hijaiyah, Beny pun mengajarkan mereka mulai dari membaca iqra.

Kemudian dilanjut membaca doa untuk kedua orang tua hingga hapalan bacaan tahlil. Tujuannya saat keluar dari masa hukuman, para tahanan bisa memimpin tahlil di lingkungan rumahnya.

"Supaya mereka bisa berguna untuk masyarakat sekitar dan terketuk hatinya bertaubat," pungkas Beny.

(sun/bdh)