Kisah Mistis 3 Pustakawan Perpusnas Bung Karno Diundang ke Parangtritis

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 16:42 WIB
Ada kisah mistis yang dialami tiga pustakawan Perpusnas Bung Karno (BK). Mereka baru menyadarinya selang beberapa tahun kemudian dan belum menemukan jawaban sampai sekarang.
Ketika 3 pustakawan Perpusnas BK menceritakan kisah nyata namun mistis/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Ada kisah mistis yang dialami tiga pustakawan Perpusnas Bung Karno (BK). Mereka baru menyadarinya selang beberapa tahun kemudian dan belum menemukan jawaban sampai sekarang.

Ketiga pustakawan itu terdiri dari Budi Kestowo selaku Pustakawan Muda, Purwodarsono selaku Pustakawan Madya dan Hartono selaku Pustakawan Utama di Perpusnas BK di Blitar. Ketiganya mengingat, peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2009.

Kepala UPT Perpusnas BK saat itu Budi Santoso mendapat undangan untuk hadir di sebuah acara. Undangan itu ditujukan kepada Budi Kastowo di Istana Bung Karno di Blitar. Karena Budi Santoso tidak dapat hadir, maka menugaskan Purwodarsono dan Hartono untuk menemani Budi Kastowo.

"Waktu itu kami gak berpikir macam-macam ya. Kok undangannya ditujukan kepada saya di Istana Bung Karno di Blitar. Padahal sini ini kan Perpustakaan Bung Karno, bukan istana. Undangan itu dari siapa ya. Tapi bernuansa keraton begitu," kata Budi Kastowo mengawali cerita kepada detikcom, Minggu (21/2/2021).

Hari itu juga mereka bertiga berangkat naik mobil Panther merah. Mereka berangkat dari Kota Blitar sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasi undangan menunjukkan wilayah Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul. Sebelum menuju Parangtritis, rombongan makan malam di sekitar Malioboro sekitar pukul 21.00 WIB.

"Selesai makan kami langsung menuju Parangtritis. Kebetulan kan saya yang nyopir, di sisi kiri saya Pak Hartono. Begitu masuk Parangtritis itu ada tanda anak panah penunjuk arah menuju lokasi acara," tutur Budi.

Selama di perjalanan, Budi dan rekannya merasakan suasana gelap gulita. Hanya lampu mobil mereka yang menerangi jalan sempit dan berkelak kelok melewati tebing-tebing karang. Jalanan yang mereka lewati selain sempit juga naik turun sangat curam. Namun perjalanan sampai tujuan tanpa kendala.

"Kami tiba di sebuah lokasi di bibir pantai. Ada tenda besar lengkap dengan gamelan, sound system menggelegar, banyak makanan. Bahkan yang menyambut kami ini layaknya putri-putri kerajaan. Kami langsung diarahkan duduk di kursi depan sebagai tamu dari Istana Bung Karno di Blitar," cerita Hartono meneruskan.

Hartono dan Purwodarsono menyaksikan tamu yang diundang sangat banyak. Mereka berpakaian kerajaan dan pakaian resmi masing-masing negara. Karena mereka memang melihat ada orang bule dan orang Asia Tenggara ikut hadir. Hanya mereka bertiga saja yang mengenakan baju batik seragam kerja.

"Pas semua duduk itu, ada yang berorasi di atas panggung. Sangat mirip Bung Karno. Baik perform, gestur, intonasi suara. Tapi isi orasinya seingat saya tidak sepaham dengan ajaran Bung Karno. Tapi semuanya penampilannya seperti Bung Karno," imbuh Hartono.

Simak video 'Renovasi Sarinah dan Fakta Relief 'Bung Karno'':

[Gambas:Video 20detik]