Ini Kata Pelaku Wisata Banyuwangi Terkait Perdunu dan Festival Santet

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 21:20 WIB
perdunu
Deklarasi Perdunu di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyuwangi turut berkomentar dengan wacana digelarnya Festival Santet, yang akan di gelar oleh Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Banyuwangi. PHRI menilai hendaknya kegiatan tersebut diperjelas maksud dan tujuannya. Agar wisatawan tak takut datang ke Kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini.

"Tentu ini menjadi tanya besar apa yang dimaksud Festival Santet. Karena kami sebagai pelaku wisata ya bertanya-tanya," ujar Zaenal Muttaqin, Ketua PHRI Banyuwangi kepada detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Menurut Zaenal, selama ini wisatawan selalu bertanya tentang santet di Banyuwangi. Namun hal itu kemudian menjadi gimmick tersendiri yang dilakukan oleh guide dalam menjamu tamu dan menjelaskan sejarah Banyuwangi.

"Ya itu sebenarnya sejarah. Kalau biasanya ya menjadi gimmick bagi kami menjelaskan sejarah Banyuwangi. Tidak sampai menunjukkan lokasi ataupun siapa dukun santet di Banyuwangi," tambahnya.

Terkait wacana Festival Santet, kata Zaenal, harus diperjelas. Sebab jangan sampai menimbulkan polemik tersendiri. Apalagi image santet juga akan membuat wisatawan juga bisa takut datang ke Banyuwangi.

"Kalau hanya sekedar gimmick atau mengenang sejarah tidak apa-apa. Tapi jika sampai menggelar kegiatan dan mengajarkan santet maka kami menentang keras," tambahnya.

Memang diakui oleh Zaenal, di India ada satu acara seperti festival yang pesertanya adalah para dukun. Namun hal itu tentunya harus melihat kegiatan itu bisa memiliki manfaat atau tidak bagi wisatawan ataupun masyarakat sekitar.

"Di India ada seperti itu. Tapi apa bisa diterima masyarakat dan wisatawan. Hendaknya ada hal yang jelas sebuah acara digelar. Jangan sampai membuat wisatawan takut datang ke Banyuwangi," tambahnya.

"PHRI masih memantau bagaimana sih mereka. Tapi yang jelas kita masih menunggu. Jika memang hal yang menakutkan ya sudah barang tentu kami tolak. Tapi kalau hanya menunjukkan sejarah dan sekarang sudah berubah ya kamu akan mendukung," pungkasnya. (iwd/iwd)