Heboh Deklarasi Perdunu, Pemuda Muhammadiyah: Tantangan Bagi Ilmu dan Agama

Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 17:47 WIB
Sekumpulan Dukun Deklarasikan Perkumpulan
Deklarasi Perdunu (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) menggelar deklarasi di Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Tak hanya itu, mereka juga bakal menggelar festival santet dan mengenalkan destinasi mistis dalam program kerjanya.

Menyikapi hal itu, Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim berpandangan bahwa praktik perdukunan telah mengikis nalar ilmiah masyarakat. Itu terjadi karena praktik perdukunan telah mempunyai sejarah yang panjang di Indonesia.

"Dalam konteks Indonesia. Praktik perdukunan punya sejarah panjang. Perdukunan senantiasa dikaitkan dengan praktik politik, medis, karir dan masalah-masalah lain. Tetapi seiring berjalannya waktu, era modern dengan nalar ilmiahnya mereduksi praktik-praktik tersebut. Bahwa hal tersebut masih ada tentunya menjadi tantangan bagi ilmu pengetahuan dan agama," kata Wakil Sekertaris PWPM Jatim Zaki Astofani kepada detikcom, Sabtu (6/2/2021).

"Fenomena Perdunu ini menegaskan bahwa masih ada masyarakat yang kurang mempunyai nalar kritis dengan mempercayakan nasibnya atau yang lainnya pada pada ramalan-ramalan tidak rasional," imbuh Zaki.

Menurut Zaki, masih adanya praktik perdukunan juga merupakan otokritik sekaligus tantangan bagi masyarakat modern saat ini. Adapun tantangan itu yakni sejauh mana ilmu pengetahuan mampu hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai solusi masalah yang dihadapi.

"Saya kira itu menjadi semacam kritik buat masyarakat akademik agar ilmu pengetahuan bisa lebih dekat dan berbaur dalam menyelesaikan masalah-masalah krusial di masyarakat," terang Zaki.

Lihat juga Video: Ngaku Bisa Gandakan Duit, Dukun Palsu di Kendari Diciduk

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2