10 Hari PPKM di Surabaya, 85% Warga Disebut Patuh Protokol Kesehatan

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 09:00 WIB
Check Point Merr Lebih Banyak Pelanggar
PPKM di Surabaya (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

10 Hari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Surabaya. Berdasarkan hasil evaluasi Satgas COVID-19 Surabaya, secara umum tingkat kepatuhan protokol kesehatan mencapai 85%.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, dari beberapa sektor yang telah dilakukan pemantauan rata-rata nilai kepatuhannya 80% lebih, kecuali tempat hiburan malam, PKL-lapak jajanan di pinggir jalan, pasar tradisional, tempat makan dan minum, dan tempat ibadah.

Tempat hiburan seperti billiard dan hiburan malam masih banyak melanggar. Tingkat kepatuhannya kata Irvan, hanya 52%. "Padahal hiburan malam dalam Perwali 67 jelas dilarang buka, tapi masih ada yang buka," kata Irvan kepada wartawan, Rabu (20/1/2021).

Nilai kepatuhan di bawah 80% juga terjadi di sektor PKL. Dari pemantauan di 96 lokasi, PKL dan lapak jajanan nilai kepatuhannya 58,33%. Restoran dan cafe tingkat keparuhannya 66,75%.

"Dari pengawasan di 141 tempat, rata-rata masih didapati pembeli tidak menggunakan masker. Masih ditemui berjualan melebihi batas waktu 22.00 WIB. Menimbulkan kerumunan dan melayani makan di tempat," ujarnya.

Irvan mengatakan, nilai kepatuhan di bawah 80% juga tampak pada pemantauan di 53 lokasi pasar tradisional dengan tingkat kepatuhannya 61,11%, atau sekitar 38,89% ditemui masih tidak patuh. Faktor pelanggarannya, banyak terjadi kerumunan, tidak pakai masker dengan alasan sulit bernapas, dan tidak disediakan tempat cuci tangan.

"Makanya dalam tiga hari ke depan ini kami konsentrasi operasi sekaligus sosialisasi di pasar tradisional," katanya.

Sedangkan untuk tempat ibadah, khususnya masjid, Dinsos terus melakukan pendampingan agar protokol kesehatan semakin disiplin. Karena dari 62 lokasi tempat ibadah (Masjid, Gereja, Vihara) tingkat kepatuhan prokes 78,57%.

"Masih ada masjid yang jemaahnya melebihi kapasitas. Teman-teman dinsos nanti koordinasikan agar lebih disiplin," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2