Jumlah Kematian Meningkat, Dasar Malang Raya Sepakat Terapkan PPKM

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 15:04 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono

"PPKM adalah modifikasi dari PSBB. Kita Malang Raya sudah mengusulkan memakai modifikasi, tidak sama sepenuhnya dengan instruksi Mendagri No 1 Tahun 2021, bahwa di sana ada beberapa ketentuan. Mungkin diktum 2 yang tingkat kematiannya tinggi dan kesiapan RS. Tapi kami pilih di tengah-tengah, maka kami ambil jalan modifikasi PPKM itu," tutur Sutiaji.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 8 Januari 2021, jumlah pasien yang meninggal mencapai 393 orang, sementara pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 4.099, pasien sembuh 3.371 orang.

Secara terpisah, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengaku penyebab tingginya angka kematian pasien COVID-19 di Malang Raya karena perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kondisi kesehatannya.

Banyak dari pasien datang ke rumah sakit, sudah dalam kondisi kritis. "Jadi, ketika ke rumah sakit itu sudah dalam kondisi kritis. Sehingga rumah sakit itu menerima pasien Covid-19 dalam kondisi sangat mengkhawatirkan. Demikian juga terjadi di Kota Malang dan Kabupaten Malang," imbuh Dewanti.

Dewanti mengatakan, vonis dijadikan pasien COVID-19 menjadi momok bagi masyarakat untuk datang ke rumah sakit. Selain itu, masyarakat cenderung takut, apabila datang ke rumah sakit akan tertular virus.

Tetap berada di rumah kemudian menjadi pilihan utama, tetapi dampaknya keluarga lain bisa tertular. "Jadi masyarakat itu khawatir memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit. Bahkan masyarakat kalau sakit pilihannya di rumah saja," tegasnya.


(fat/fat)