Urban Legend

Legenda Kutukan Kesatria Majapahit yang Terpendam di Watu Blorok

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 03 Jan 2021 10:33 WIB
Mojokerto -

Nama Watu Blorok sudah tidak asing lagi bagi warga Mojokerto, khususnya yang bermukim di wilayah utara Sungai Brantas. Namun yang tak banyak orang tahu, batu yang dikeramatkan itu memendam legenda kutukan dari kesatria zaman Majapahit.

Watu Blorok terletak di pinggir jalan raya Mojokerto-Gresik. Tepatnya sekitar 100 meter dari permukiman penduduk Dusun Pasinan, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, atau di tepi hutan Perhutani. Jaraknya hanya sekitar 9 km dari Alun-alun Kota Mojokerto.

Batu dengan diameter sekitar 1 meter ini nampak mencolok karena diberi peneduh berbahan galvalum. Kain putih lusuh menyelimuti Watu Blorok. Taburan kembang yang sudah mengering menghiasi puncaknya. Aroma wangi menyeruak dari dupa yang dibakar di bawahnya.

Dalam Bahasa Jawa, watu berarti batu. Sedangkan Blorok merupakan kata sifat untuk menggambarkan ayam betina yang bulunya berbintik hitam putih. Disebut Watu Blorok karena permukaan batu tersebut tidak rata dan sarat benjolan kecil-kecil.

watu blorokLokasi Watu Blorok di tepi jalan raya (Foto: Enggran Eko Budianto)

"Disebut Watu Blorok karena batunya ada bintik-bintiknya. Hutan di sekitarnya juga dinamai Alas (hutan) Watu Blorok," kata Musawamah (42), warga Dusun Pasinan saat berbincang dengan detikcom, Minggu (3/1/2021).

Watu Blorok ini konon berhubungan dengan sebuah batu di seberangnya yang tidak terawat. Batu yang ukurannya lebih kecil itu posisinya sejajar dengan Watu Blorok. Kedua batu tersebut dipisahkan jalan raya.

Legenda yang selama ini dipercaya masyarakat setempat, Watu Blorok merupakan jelmaan Roro Wilis. Sedangkan batu di seberangnya adalah sosok Joko Welas. Mereka merupakan kakak beradik keturunan kesatria dari Majapahit.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3