Khotbah Jumat, Bhabinkamtibmas di Mojokerto Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 16:27 WIB
polres mojokerto
Saat Kapolres Mojokerto jadi khatib salat Jumat (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Para Bhabinkamtibmas menjadi khatib salat Jumat secara serentak di 848 masjid di Kabupaten Mojokerto. Pada khotbahnya, polisi mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan, serta Pilbup 2020 aman dan damai.

Seperti di Masjid Baitul Mustakim, Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging. Bhabinkamtibmas Kembangringgit didapuk menjadi khatib pada salat Jumat kali ini.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Waka Polres Kompol David Triyo Prasojo, Kasat Reskrim AKP Rifaldhy Hangga Putra, Kasat Lantas AKP Randy Asdar, serta perwira lainnya berbaur dengan warga menjadi jemaah salat Jumat di masjid tersebut.

Dalam khotbahnya, Bhabinkamtibmas Kembangringgit mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sementara usai salat Jumat berjamaah, Kapolres Dony menyampaikan sejumlah pesan kepada jemaah yang hadir.

"Tujuan kami memberi imbauan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas di Kabupaten Mojokerto," kata Dony kepada wartawan di lokasi, Jumat (27/11/2020).

Ia menjelaskan, para Bhabinkamtibmas menjadi khatib salat Jumat secara serentak di 848 masjid di wilayah hukum Polres Mojokerto. Pihaknya bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), PCNU, serta PD Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto.

"Para Bhabinkamtibmas mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, Pilkada 9 Desember berlangsung aman, tertib dan sejuk, serta semua masjid menerapkan prokes supaya bisa mencegah penyebaran COVID-19. Kita juga berdoa kepada Allah SWT agar pandemi COVID-19 segera selesai sehingga kita bisa berkativitas normal kembali," terang Dony.

Untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, lanjut Dony, polisi, TNI dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh sebab itu, pihaknya menggandeng semua tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para ulama di Kabupaten Mojokerto.

Dia mengajak para tokoh untuk bersinergi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan menciptakan Pilbup Mojokerto 9 Desember nanti berjalan aman dan damai. Karena potensi gangguan keamanan masih ada. Salah satunya berupa berita bohong (hoax).

"Kita cegah dengan bijak menggunakan medsos. Juga para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat bersinergi menjaga keutuhan NKRI," tegasnya.

Ketua MWC NU Kecamatan Pungging Imam Shobari menuturkan, pihaknya bersama para ulama akan selalu mengajak masyarakat menjalani Pilbup Mojokerto dengan damai. Dia juga mengimbau masyarakat lebih selektif saat menerima informasi dari medsos sehingga tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita hoax.

"Yang kami lakukan senantiasa menyampaikan kepada masyarakat walaupun berbeda pilihan, tetap harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu menjadi modal untuk menuju masyarakat adil dan makmur," tandasnya

(iwd/iwd)