Ekskavasi Situs Pendem Tahap 4 Dilanjutkan, BPCB Jatim Perluas Penampakan Candi

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 14:22 WIB
Ekskavasi Situs Pendem Tahap 4 di kota batu
BPCB Jatim ekskavasi tahap 4 (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Batu -

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim kembali melanjutkan ekskavasi tahap keempat di Situs Pendem. Penggalian berlangsung hingga 18 November 2020. Tujuannya, memperluas bentuk candi.

Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho menuturkan, situs pandemi terletak di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, merupakan sisa banguan candi yang memiliki pondasi bangunan bata berukuran 7,5 meter x 7,5 meter, yang tersusun dari 6 lapis bata, dengan dimensi bata penyusun berukuran panjang 35 sampai 36 cm, lebar 25 sampai 26 cm dan tebal 9 sampai 10 cm.

Sementara bentuk bangunan memiliki arah orientasi 103 derajat dari arah utara kompas. Pada bagian tengah bangunan ditemukan konsentrasi tumpukan bongkah-bongkah batu-batu andesit yang kemudian menyulitkan proses ekskavasi.

Namun saat batu-batu tersebut diangkat, pada kedalaman 1 meter dari tanah permukaan ditemukan lubang sumuran berbentuk bujur sangkar berukuran 2,1 m x 2,1 m. Konsentrasi batu-batu andesit pun masih menutup lubang sumuran hingga ke dalam.

Pada lubang sumuran di kedalaman 1,80 meter ditemukan batu peripih di tengah sumuran, yang dikelilingi perkerasan bata di sekelilingnya sebagai dasar landasan sumuran. Peripih berbentuk bujur sangkar dengan panjang 49 cmx 48 cm, memiliki lubang tengah berukuran 15 cm x 15 cm dengan kedalaman lubang 38 cm.

"Terdapat juga bekas cuilan di sisi timur lubang peripih yg menandakan bahwa tutup peripih ini pernah dibuka paksa untuk mengambil isi dari peripih," kata Dwi kepada detikcom, Minggu (15/11/2020).

Sebagai sesaji, peripih pada candi biasanya berisi lempengan emas yang bertuliskan mantra, batu mulia, biji-biji, sisa arang. Bukti bahwa sumuran ini pernah digali juga tampak dari bekas lubang pada dinding sisi timur dari sumuran yang rusak berbentuk lingkaran dengan diameter 80 cm.

Sementara pada bagian dasar sumuran ditemukan cukup banyak pecahan perunggu yang telah mengalami patinasi. Belum diketahui bentuk dan fungsi dari pecahan-pecahan logam tersebut.