Ekskavasi Situs Pendem di Batu Temukan Pondasi Batur dan Koin Belanda

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 13:54 WIB
Ekskavasi Situs Pendem di Batu temukan koin (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Batu - Situs Pendem di Kota Batu diyakini merupakan bangunan Batur atau Mandapa Pra Majapahit. Hal ini terungkap dari hasil ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Penggalian juga menemukan dua buah koin masa kolonial yang terbuat dari tembaga.

"Bangunan yang ada di situs Pendem ini merupakan sisa dari pondasi Batur atau Mandapa, kemungkinan bagian dinding dan atap terbuat dari bahan organik seperti tiang dan dinding kayu dan atap menggunakan ijuk," kata arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho kepada detikcom saat dikonfirmasi, Jumat (20/12/2019).

Dia mengungkapkan, terkait dengan periodesasi atau masa berdirinya bangunan tersebut, dapat dilihat dari struktur bata yang disusun dari bata dengan dimensi panjang 35 cm, lebar 25 cm, dan tebal 9 cm.

"Ukuran bata ini lebih besar dari bata masa Majapahit yang ditemukan di Situs Trowulan yang memiliki panjang 30 sampai 32 cm, lebar 18 cm, dengan ketebalan 6 sampai 7 cm. Sementara ukuran bata di Situs Pendem hampir sama dengan ukuran bata yang ditemukan di Situs Sekaran yang berada di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang," ungkapnya.

Dia melanjutkan, temuan lepas di Situs Sekaran banyak didominasi temuan fragmen porcelin dan mata uang kepeng dari masa Dinasti Song abad 10-12 Masehi atau dari masa Kerajaan Singosari.


"Dengan demikian, sementara ini Situs Pendem diduga setidaknya berasal dari zaman yang sama dengan Situs Sekaran, yaitu dari masa Singosari," sambungnya.

Wicaksono mengaku, ekskavasi penyelamatan Situs Pendem dilakukan selama 3 hari itu dilakukan dengan dua metode. Yakni melalui teknik penggalian dengan mengupas lapisan tanah dan teknik sondir untuk melihat potensi temuan di dalam tanah dengan hasil dari pengeboran tanah di kedalaman tertentu.

Ekskavasi dilakukan pada area 300 meter persegi sebelah utara punden dan berhasil membuka 6 buah kotak gali di titik yang berbeda dengan kotak gali berukuran 4 m x 4 m dengan kedalaman galian mencapai kedalaman 60 cm hingga 1,5 meter.

"Dari ekskavasi itu berhasil mengungkap struktur bata 4 lapis sepanjang 6,18 meter dan ketebalan 84 cm dengan orientasi membentang arah utara-selatan. Struktur bata ini disusun dengan menggunakan spesi tanah liat," bebernya.

Sementara di sisi utara, lanjut dia, struktur membentuk sudut bangunan yang mengarah ke barat, sedangkan di sisi selatan struktur bata masih berlanjut ke area makam desa. Pada sisi timur struktur bata nampak adanya konsentrasi lapisan fragmen bata yang memadat.


"Sementara hasil sondir di dapati bahwa area di sebelah barat punden tidak ditemukan adanya konsentrasi bata di bawah permukaan tanah," sambungnya.

Dia menambahkan, selain temuan struktur bata, ditemukan pula dua buah koin dari masa belanda yang terbuat dari tembaga. Satu koin bertuliskan Nderland Indie 1825 dan, koin yang lain bertuliskan Java 1810.

"Berdasarkan temuan-temuan ini maka disimpulkan bahwa satu sudut dari bangunan, yang sementara ini diduga merupakan sudut pintu masuk sisi barat dari bangunan bertipe Batur atau Mandapa yang diduga secara keseluruhan berbentuk persegi empat," bebernya.

"Sementara adanya koin Belanda dari tahun 1800-an yang ditemukan berada di antara tatanan struktur bata di kedalaman 64 centimeter dari permukaan tanah menguatkan dugaan mungkin bangunan Batur atau Mandapa ini pada tahun tersebut masih tampak di permukaan tanah," jelasnya.

Dia menduga, karena hal tertentu mungkin bangunan ini kemudian terpendam atau mungkin juga di pendam, dan mungkin ini juga yang menjadi asal usul nama desa Pendem.

"Untuk penanganannya ke depan, BPCB Jatim akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Batu dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Batu dan Pemerintah Desa Pendem untuk merumuskan langkah-langkah strategis upaya pelestarian Situs Pendem, termasuk mengambil langkah melakukan ekskavasi lanjutan," pungkas Wicaksono. (fat/fat)