Struktur Bata di Kota Batu Diduga Bangunan Candi Kerajaan Singosari

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 12:35 WIB
Situs Pendem yang ditemukan warga (Foto: Istimewa/File)
Batu - Penggalian situs Pendem di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tengah dilakukan. Dugaan sementara situs berupa struktur bata tersebut adalah bagian dari bangunan candi.

"Ada kemungkinan besar merupakan bangunan candi. Hal itu diperkuat dari keberadaan Yoni dan Arca Nandi yang berada di punden desa sebelah barat struktur bata yang ditemukan," ujar Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho kepada detikcom, Jumat (13/12/2019).

Wicaksono mengatakan keberadaan Yoni dan Arca Nandi tersebut menguatkan dugaan bahwa struktur bata yang ada di lokasi kemungkinan besar merupakan bangunan candi.

Dari penelitian awal bersamaan dengan proses ekskavasi, kata Wicaksono, mengungkap jika struktur bata berasal dari pra Majapahit.


Yang artinya, struktur bata dengan ukuran panjang 344 cm lebar 84 cm, tinggi 20 cm, yang terdiri dari 3 lapis bata yang disusun dari komponen bata berukuran panjang 35 cm, lebar 25 cm, dengan ketebalan 9 cm adalah merupakan bagian dari sebuah bangunan candi.

"Berdasarkan dimensi ukuran bata, sementara ini diduga berasal dari masa pra-majapahit, masa Kadhiri-Singosari abad 11 sampai 13 Masehi," ujar Wicaksono juga Ketua Tim Ekskavasi ini.

Ekskavasi hari pertama, tim membuka dua buah kotak gali berukuran 6x4 meter. Hasil dari penggalian itu nampak struktur bata yang membentang utara selatan dengan kedalaman 82 centimeter di bawah permukaan tanah.

"Bagaimana bentuk dan keluasannya, akan dipastikan dari hasil ekskavasi ke depan," tandas Wicaksono.

Penggalian rencananya digelar selama 3 hari sampai dengan 14 Desember 2019 nanti. Ekskavasi berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Batu, Pemerintah Desa Pendem, Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang, Komunitas Budaya Bumi Palapa, Komunitas Mbah Sinto, dan Komunitas Jelajah Jejak Malang.


Struktur bata awalnya ditemukan oleh Anton Adi Wibowo (40), seorang warga setempat yang hendak menanam pohon alpukat di area makam keluarganya 25 November 2019 lalu.

Anton seketika terkejut saat cangkul digunakan untuk membuka permukaan tanah menabrak benda keras di kedalaman sekitar 40 centimeter.

Ketika digali lebih dalam, ternyata ada tumpukan bata yang menahan cangkulnya saat itu. Dia kemudian melaporkan temuannya itu kepada kepala dusun dan pemerintah desa.



Simak juga video Struktur Candi di Blitar Masuk Tipologi Era Majapahit:

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)