Ekskavasi Situs Pendem Tahap 4 Dilanjutkan, BPCB Jatim Perluas Penampakan Candi

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 14:22 WIB
Ekskavasi Situs Pendem Tahap 4 di kota batu
BPCB Jatim ekskavasi tahap 4 (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)

Wicaksono mengatakan, ekskavasi yang menggunakan anggaran dari Pemkot Batu bertujuan untuk mencari bentuk, keluasan dan fungsi dari struktur bata yang telah nampak dari hasil kegiatan ekskavasi tahap sebelumnya.

Dalam ekskavasi sebelumnya, kata Dwi, ditemukan beberapa pecahan tembikar dari beberapa wadah berhias, seperti bejana, tempayan, dan vas. Ditemukan cuma pecahan mulut botol kaca, yang diduga berasal dari masa kolonial.

"Temuan ekskavasi berupa peripih kali ini, semakin menguatkan dugaan sebelumnya yang memperkirakan bahwa struktur bata kuno yang berada di Situs Pendem ini merupakan sisa bangunan candi, yang telah runtuh," tegasnya.

Menurut Dwi, satu hal cukup menarik adalah keberadaan candi di Situs Pendem tidak terdeteksi dalam catatan masa Hindia-Belanda tentang tinggalan purbakala di Indonesia, yaitu Rapporten Oudhe-inkudig Commisie op Java en Madoera (ROC) pada awal 1900 dan di dalam Oudheidkundg Verslag (OV) pada 1920.

"Kedua sumber laporan itu hanya memuat keberadaan yoni dan nandi di Pendem, tapi tidak menyebut adanya candi," ungkap Dwi.

Namun dari sumber sejarah lain, yaitu catatan perjalanan seorang asal Belanda yang bernama JI Van Sevenhoven, disebutkan bahwa telah menjelajah Malang pada 1812.

Dalam sumber tertulis, JI Van Sevenhoven melintasi kebun kopi di Naya saat bernama Dinoyo, dan kemudian melintasi Alu, kemungkinan saat ini dikenal sebagai Ngelo.

"Setelah dari Alu, JI Van Sevenhoven berlanjut ke Kaling yang kini menjadi Sengkaling. Setelah dari Kaling, Sevenhoven kemudian menyeberangi Sungai Brantas dan menjumpai adanya candi. Namun dalam catatan Sevenhoven tidak menyebutkan nama candi tersebut," terang Dwi.