Ngerinya Tsunami Saat Terjang Banyuwangi Tahun 1994 Lalu

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 18:56 WIB
tsunami di banyuwangi
Tsunami 1994 memporak-porandakan Banyuwangi (Foto: Istimewa)

"Rumah terangkat, kemudian ibu itu langsung narik saya ke genting. Gelap kondisinya karena sudah malam. Setelah diangkat oleh ibu, saya hanya nangis," katanya membuka kembali sejarah 26 tahun lalu.

Sementara itu, Budi (50) salah satu warga Dusun Pancer yang selamat bercerita ombak tsunami menabrak rumahnya seperti kereta api. Tiba-tiba saja tembok rumahnya roboh diterjang ombak setinggi hampir 10 meter. Keras dan berwarna gelap. Rumahnya yang hanya sekitar 50 meter dari bibir pantai, rata dengan tanah.

"Sempat mengintip di jendela seperti kereta api gitu. Besar dan gelap. Langsung kena terang itu seperti ditabrak kereta api," kata Budi.

Budi sempat mengamati keanehan Perairan Pantai Pancer. Karena pada saat itu pantai surut beberapa meter. Dirinya mengamati setelah pulang dari menonton wayang di sekitar rumahnya.

tsunami di banyuwangiTsunami 1994 menewaskan ratusan orang di Banyuwangi/ Foto: Istimewa

"Memang ada kabar gempa, tapi tidak terasa di pantai. Kalau tidak salah di sekitar Malang. Namun di sini yang kena tsunami pada saat itu," tambahnya.

Tsunami 1994 menyisakan trauma bagi warga Pancer yang selamat. Sebagian warga yang meninggal dunia diletakkan di sekitar masjid yang menjadi satu-satunya bangunan yang masih berdiri. Selanjutnya, jenazah korban tsunami dimakamkan di sekitar dusun. Mereka pun membuat monumen korban tsunami di sekitar pemakaman.

Pada saat itu, Presiden Soeharto pun turun ke Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, melihat dari dekat kondisi warga pascatsunami.

Halaman

(fat/fat)