Jalur Alternatif Tulungagung-Trenggalek Longsor

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 16:40 WIB
Jalur alternatif yang menghubungkan Tulungagung dan Trenggalek longsor. Sehingga hanya separuh badan jalan yang bisa dilalui kendaraan.
Jalan longsor di Tulungagung/Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Jalur alternatif yang menghubungkan Tulungagung dan Trenggalek longsor. Sehingga hanya separuh badan jalan yang bisa dilalui kendaraan.

Titik longsor berada di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Tulunggagung. Hampir separuh badan jalan berupa beton cor dan aspal ambrol terbawa material longsor. Dampaknya, arus lalu lintas dari Tulunggagung ke Trenggalek maupun sebaliknya tersendat dan harus bergantian.

Perangkat Desa Kradinan, Budi Prayogo mengatakan longsor di lokasi itu sebelumnya pernah terjadi sekitar dua tahun yang lalu. Titik longsor sempat dibenahi, dengan dicor dan dilapisi aspal. Namun karena di sekitar lokasi terdapat mata air, akhirnya tanah di sekitarnya terkikis dan terjadi longsor kembali.

"Itu dibenahi sekitar setahun lalu, tapi kemudian di bawah jalan terkikis dan berongga," kata Budi, Senin (7/9/2020).

Puncaknya sekitar lima hari yang lalu pascahujan deras. Separuh badan jalan patah dan ambrol ke jurang. Dampaknya akses jalan hanya tersisa separuhnya.

BPBD Tulungagung dan polisi memasang pengaman berupa pagar bambu dan water barrier di sepanjang titik longsor. Hal ini dilakukan agar kendaraan yang melintas tidak terperosok ke dalam lokasi longsor.

Menurut Budi, jalan kabupaten tersebut menjadi akses utama bagi masyarakat di Kecamatan Pagerwojo serta jalur alternatif untuk ke Trenggalek dan Ponorogo dari sisi utara. Jika jalan tersebut sampai putus total maka sebagian warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo akan terisolasi.

"Kalau sepeda motor mungkin masih bisa lewat alternatif lain, tapi kalau mobil sulit," jelasnya.

Ia menambahkan, jalan tersebut rencananya akan mulai dibangun pada 18 September mendatang. Pihaknya berharap pembangunan dilakukan dengan maksimal. Sehingga tidak mudah longsor atau rusak.

"Apalagi di situ ada mata airnya, kalau pondasi atau pancangnya tidak kuat akan mudah rusak," pungkasnya. (sun/bdh)