Selama Agustus, 17 Kali Listrik di Ponorogo Padam Gegara Layang-Layang

Charoline Pebrianti - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 12:41 WIB
Manager UP3 Ponorogo Redi Zusanto
Manager PLN UP3 Ponorogo Redi Zusanto (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Musim angin beberapa bulan ini banyak dimanfaatkan warga bumi reog untuk menerbangkan layang-layang. Total selama bulan Agustus, PLN UP3 Ponorogo mencatat ada 17 kali listrik padam akibat layang-layang.

Manajer Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Ponorogo Hery Subrata menjelaskan sejak Juni hingga Agustus 2020 kemarin total sudah ada 21 TKP terkait permasalahan layang-layang.

"Bahkan selama Agustus kemarin setiap minggu selalu ada permasalahan soal layangan," terang Hery saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Soekarno - Hatta, Sabtu (5/9/2020).

Hery menambahkan jika ada layangan yang tersangkut di jaringan listrik sebaiknya warga harus segera melapor ke PLN. Jangan sampai mengambil tindakan sendiri, sebab dikhawatirkan bahaya tersengat listrik.

"Bahaya kalau layangan tersangkut kemudian aliran listrik tidak padam, bisa teraliri listrik. Sebaiknya langsung lapor biar petugas kami yang menangani," jelas Hery.

Salah satu contoh kejadian yang terjadi di depan kantor Polsek Kota Ponorogo, Jalan Sawunggaling pada akhir Agustus lalu. Ekor layang-layang dari bahan aluminium foil tampak menggantung di kabel listrik. Akibatnya pasokan listrik di sekitar wilayah tersebut padam.

"Ada ekor layangan menggunakan aluminium foil dan di dalamnya ada kandungan alumunium, kemarin sempat padam," tutur Manager UP3 Ponorogo Redi Zusanto.

Redi menambahkan bahayanya, jika terkena jaringan menengah atau jaringan tegangan tinggi maka dampaknya bisa meluas.

"Akibat layangan, konsleting listrik dan kemudian terbakar dan menyebabkan listrik padam," terang Redi.

Redi pun mengimbau kepada masyarakat agar bermain layangan di lapangan serta jauh dari instalasi listrik baik Gardu Induk, jalur Sutet/SUTT atau Jaringan distribusi (pinggir jalan), kalau terkena instalasi listrik khususnya GI dan SUTT akan berdampak luas bahkan 1 kabupaten bisa padam.

Selain itu, layangan jangan dibiarkan terbang tanpa pengawasan. Sebab, jika tidak diawasi, layang-layang bisa putus dan terbang bebas serta bisa membahayakan.

"Layangan hias kalau malam hendaknya diturunkan, kalau dibiarkan saja resiko turun sendiri tidak termonitor, bisa saja jatuh di instalasi jaringan listrik. Mari kita jaga fasilitas umum demi kenyamanan dan keamanan bersama," tandas Redi.

Terakhir di hari pelanggan nasional, PLN juga memberikan pelayanan tambah daya super wow dari 14 Juli sampai 31 September 2020. Dari biaya seharusnya Rp 4,8 juta cukup membayar Rp 170 ribu.

(iwd/iwd)