Tarik Ulur Pengganti Risma di Mata Pakar Politik

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 15:29 WIB
Bagong Suyanto
Bagong Suyanto (Foto: Istimewa)
Surabaya -

DPP PDIP kembali menunda pengumuman rekomendasi Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya untuk Pilkada Serentak 2020. Lalu apa penyebabnya?

Pakar politik Universitas Airlangga Bagong Suyanto menyebut penundaan tersebut mencerminkan kuatnya tarik-ulur dua kepentingan saat ini.

"Ya itu mencerminkan kuatnya tarik-ulur dua kepentingan itu ya," ujar Bagong kepada detikcom, Jumat (28/8/2020).

Menurut Bagong, saat ini pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya yang diusulkan sudah mengerucut pada dua pasangan. Adapun pasangan itu dari kalangan PDIP dan teknokrat dan PDIP dan NU yang direpresentasikan oleh Gus Han saat ini.

"Menurut saya pilihannya kan begini. PDIP dengan teknokrat atau PDIP dan PKB (NU). Maksudnya representasi figur Gus Han itu," jelas Guru Besar FISIP Unair itu.

"Idealnya PDIP dari dulu dengan PKB. Artinya Gus Dur dengan Megawati itu kan dianggap sebagai dua kakak beradik ya," tambahnya.

Dijelaskan Bagong, kuatnya tarik-ulur ulur itu juga tercermin dari perbedaan dukungan antara Wali Kota Tri Rismahrini dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Ia menilai perbedaan itu ada karena latar belakang cara masuk ke partai berlambang banteng moncong putih.

Tonton juga 'Cawalkot Surabaya Belum Diumumkan, Mega Perintahkan PDIP Jatim Konsolidasi':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2