Pilkada Surabaya, Hasto: Tidak Benar Saya Berbeda dengan Risma

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 20:38 WIB
Hari ini, Selasa (6/9/2016), Sekolah Partai PDIP untuk angkatan kedua resmi dimulai di Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Jawa Barat. Pembukaan sekolah partai dilakukan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dok detikcom)
Jakarta -

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut pihaknya akan mengumumkan jagoan di Pilwalkot Surabaya 2020 dalam waktu dekat. Ia juga membantah adanya isu perbedaan dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma), yang juga merupakan elite PDIP.

"Kota Surabaya, pemetaan sudah dilakukan sehingga tinggal menunggu momentum untuk mengumumkan pasangan calon," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam konferensi pers via virtual, Rabu (26/8/2020).

"Kalau di salah satu media mengatakan bahwa sepertinya Bu Risma dan saya berbeda itu tidak benar, karena PDIP ini satu dan kewenangan untuk mengambil keputusan bukan berada di orang per orang tapi kongres memberikan mandat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri untuk mengambil keputusan dengan demikian tugas DPP membantu melakukan pemetaan politik," sambungnya.

Di lingkup internal PDIP sendiri ada beberapa nama yang beredar akan mendapat rekomendasi dari PDIP untuk maju di Pilkada Surabaya. Dari pasangan Eri Cahyadi-Armuji hingga Whisnu Sakti Buana-Eri Cahyadi.

Terbaru, muncul putra sulung Risma, Fuad Benardi, yang tiba-tiba mendeklarasikan diri siap diusung PDIP sebagai calon wakil wali kota (cawawali) di Surabaya. Kemudian ada juga Zahrul Asad Asumta (Gus Hans) yang mendaftarkan diri sebagai bacawawali di DPD PDIP Jatim, meski proses pendaftaran sudah lama ditutup.

Hasto menegaskan Risma mendapat kepercayaan dari Ketum Megawati Soekarnoputri. Soal pengumuman jagoan PDIP di Pilkada Surabaya dilakukan last minute, ia menyebut hal itu sebagai hal biasa.

"Bu Risma sebagai ketua DPP sekaligus wali kota dua periode sangat dipercaya ibu ketua umum, ibu ketua umum juga menyampaikan pemetaan politik, demikian pula DPP partai," sebut Hasto.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kepala daerah dan kadernya ikut membantu hentikan penyebaran virus Corona. Hal itu diungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menggelar teleconference dengan Mega menyikapi pandemi Corona di Indonesia. Begini potretnya. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: dok. PDIP)

"Kalau kita lihat jalur ini sebuah proses yang biasa dan Surabaya tinggal mengumumkan dan untuk mengumumkan Kota Surabaya di mana ikon selama 20 tahun bersama PDIP dan lima tahun lalu pun kita dikepung berbagai kekuatan yang mencoba memisahkan kepemimpinan PDIP dengan rakyat, toh rakyat memberikan dukungan kemenangan bagi PDIP baik pemilukada maupun pemilu legislatif," imbuhnya.

Hasto juga menyinggung soal Risma yang santai saja meski PDIP belum mengumumkan siapa calon yang kemungkinan akan menggantikan kepemimpinannya di Surabaya. Meski menyebut akan diumumkan dalam waktu dekat, Hasto tak memberi petunjuk siapa jagoan PDIP untuk Pilwalkot Surabaya.

"Kalau kita lihat Bu Risma dia enjoy baru saja meresmikan ikon baru Kota Surabaya sebuah jembatan yang begitu indah begitu megah, begitu menarik jadi segala sesuatunya sudah dipersiapkan dengan baik tinggal menunggu pengumuman Ibu Megawati Soekarnoputri," tutur Hasto.

Sebelumnya diberitakan, Kepala BP Pemilu PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono memastikan rekomendasi untuk cawali dan cawawali di Surabaya akan turun sebelum akhir bulan.

"Insyaallah sebelum akhir Agustus ini sudah diturunkan. Sekitar tanggal 28 Agustus. Tidak akan melewati bulan Agustus, jadi maksimal akhir bulan ini," kata Deni saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (26/8).

Deni menjelaskan rekomendasi di Pilwali Surabaya 2020 tidak diundur-undur. Karena masuk gelombang IV, Deni menyebut DPP PDI Perjuangan akan mengumumkan rekomendasi bersama daerah lain yang belum diumumkan. Ia juga menepis tudingan PDI Perjuangan menunggu lawan di Pilwali Surabaya.

"Kalau PDI Perjuangan bukan menunggu lawan. Kami sejauh ini melakukan konsolidasi internal dan survei. Ada dinamika internal juga untuk siapa yang akan diusung. Karena nama yang digodok DPP PDI Perjuangan diharapkan bisa diterima masyarakat Surabaya," jelasnya.

Tonton video 'Mendagri Dorong Kampanye Virtual, Kalau Buat Kerumunan Dibully Saja':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/gbr)