Analisis Pilwali Surabaya, PRC: Machfud Arifin Paling Banyak Dibicarakan di Media

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 16:17 WIB
Machfud Arifin
Machfud Arifin (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya - Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 akan dilaksanakan 9 Desember mendatang. Sejumlah nama diyakini punya peluang besar untuk meneruskan posisi Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya.

Politika Research and Consulting (PRC) menganalisis kandidat-kandidat yang banyak dibicarakan publik baik di media sosial maupun media online. Analisis ini dilakukan pada rentang 12 Juli 2020 hingga 11 Agustus 2020.

Direktur Eksekutif PRC, Rio Prayogo mengatakan peta pencalonan Pilwali Kota Surabaya menjadi menjadi lebih terbuka dan memunculkan nama-nama baru. Hal itu karena Wali Kota Petahana, Risma tidak bisa maju lagi setelah 10 tahun masa jabatannya sejak 2010.

"Memang cukup banyak nama yang santer dibicarakan publik. Dari dinamika yang terjadi ada koalisi besar partai politik yang mendukung salah satu kandidat Calon Wali Kota dan PDIP yang kemungkinan besar akan mengusung calon sendiri," kata Rio dalam rilis press release PRC yang diterima detikcom, Rabu (12/8/2020).

Rio menjelaskan, dari hasil analisis media online dan media sosial selama satu bulan ini, ada 5 nama yang mendapatkan atensi publik cukup besar. Yakni Machfud Arifinn, Azrul Ananda, Wishnu Sakti Buana, Eri Cahyadi, dan Fandi Utomo.

"Temuan PRC menggambarkan bahwa kontestasi Pilwali di Kota Surabaya masih cukup dinamis setidaknya dilihat dari dua indikator yaitu intensif dibicarakan (mentions) maupun jangkauan (reach) mengerucut pada lima nama di atas," jelasnya.

Mengacu pada data monitoring media online dan media sosial yang dilakukan PRC, Rio menyebut Machfud Arifin merupakan bakal cawali yang mendapat atensi publik paling besar dengan total mention sebesar 722 dengan jangkauan 21.1 juta dengan tone yang positif.

Media berita merupakan platform yang paling banyak memberitakan Machfud Arifin sebesar 382. Artinya pemberitaan media online maupun media sosial tentang Machfud direspons positif.

Selain Machfud, dua calon yang kemungkinan besar diusung PDI Perjuangan yaitu Eri Cahyadi mendapatkan mention 304, reach 9 juta dengan tone positif lebih besar. Lalu Wishnu Sakti Buana dengan mention 296, dan reach 7,9 juta, serta tone positif lebih besar.

Rio membeberkan masing-masing kandidat itu santer dibicarakan publik dan memiliki peluang besar akan ikut berkontestasi dalam Pilwali Kota Surabaya 2020 mendatang. "Namun tentu kita harus bersabar menunggu keputusan siapa saja calon pasangan yang akan ikut berkontestasi dalam Pilwali Kota Surabaya pada 9 Desember 2020 mendatang secara resmi," ujarnya.

Kelima kandidat yang banyak dibicarakan di media sosial dan media online, menurut Rio memang layak menjadi calon pemimpin di Kota Pahlawan. Dengan latar belakang yang berbeda dan masing-masing kandidat harus bisa mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki.

Bukan tanpa alasan nama Machfud Arifin menjadi nama yang paling sering dibicarakan (di-mentions) di media sosial dan media online. Rio menyebut Machfud sosok yang berpengalaman.

"Sosok Machfud Arifin populer dibicarakan tentu bukannya tanpa sebab. Ia dinilai sebagai figur yang berpengalaman, pernah menjabat Kapolda di 3 provinsi, terakhir menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur (2016-2018). Machfud Arifin juga menawarkan perubahan dan gagasan yang populis untuk Surabaya yang membuatnya banyak dibicarakan saat ini," ujarnya.

Sementara itu, keluarnya nama Azrul Ananda, Wishnu Sakti Buana, dan Eri Cahyadi juga bukan sesuatu yang mengejutkan. Rio menilai Azrul merupakan representasikan milenial di kalangan masyarakat Surabaya, serta dikenal sebagai Presiden Persebaya Surabaya.

Sementara itu, Wishnu Sakti Buwana adalah Wakil Wali Kota Surabaya yang saat ini masih menjabat bersama Tri Rismaharini. Tentu pengalamannya sebagai Wakil Wali Kota akan sangat membantu dalam kontestasi nanti.

Untuk Eri Cahyadi, Rio melihat bahwa Kepala Bappeko ini adalah sosok yang berpengalaman di birokrat Kota Surabaya. Dan itu memiliki nilai lebih yang memadai untuk menjadi kandidat di Pilwali.

Menurut Rio, PDI Perjuangan sebagai partai pemenang di Surabaya masih belum menentukan calon yang akan diusung di Pilwali Surabaya mendatang. Rekomendasi PDI Perjuangan akan sangat menentukan bagaimana jalannya Pilwali di Surabaya.

"Harapan saya dan tentu kita semua, agar pertarungan ide dan gagasan bisa mewarnai dan menjadi arus utama dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020. Dengan demikian, maka demokrasi yang substansial akan bisa membawa perbaikan terus-menerus bagi Kota Pahlawan Surabaya," pungkasnya.

(fat/fat)