Pelabuhan di Banyuwangi Dilaporkan Polisi karena Gusur Perkantoran

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 15:44 WIB
Gusur Kantor, Pelabuhan di Banyuwangi Dilaporkan Polisi
Foto: Istimewa
Banyuwangi -

PT Samudera Bahari Banyuwangi melaporkan Pelindo III Tanjungwangi, ke polresta setempat. Pelaporan ini dilakukan seiring dengan penggusuran kantor PT Samudera Bahari di kompleks pelabuhan tersebut.

Direktur PT Samudera Bahari, Thomas Budi Sarwono, mengaku terpaksa melaporkan penggusuran kantor PT Samudera Bahari ke polisi. Menurutnya, Pelindo III Banyuwangi dinilai telah melakukan tindakan yang disinyalir melawan hukum. Ini karena saat penggusuran berlangsung, PT Samudera Bahari masih terikat perjanjian sewa lahan dan kantor dengan Pelindo III.

"Penggusuran lahan dan bangunan oleh Pelindo III Banyuwangi pada tanggal 15 November 2018 lalu. Padahal masa sewanya masih belum habis, sudah diusir keluar dari kawasan Pelabuhan Tanjungwangi. Salah kami dimana," kata Thomas kepada wartawan, Sabtu (8/2/2020).

Thomas menegaskan, selama ini pihaknya merasa tidak pernah melanggar perjanjian sewa dengan Pelindo III. Dia menduga, ada unsur kesewenangan-wenangan yang dilakukan kepada perusahaannya.

Setahun lalu, Thomas mengaku telah menemukan surat permohonan pengamanan yang dikeluarkan Pelindo III pada 14 November 2018. Menurutnya, dalam surat tersebut disampaikan bahwa pada tanggal 15 November 2018 akan dilakukan pengamanan aset Pelindo III yang ditempati PT Timur Nusantara.

"Saya heran karena Pelindo III yang mengeluarkan surat itu. Surat permohonan pengamanan terkait eksekusi mestinya kan dikeluarkan oleh pengadilan," katanya.

Tertera dalam surat itu, berdasarkan kepada putusan kasasi Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi Surabaya, dan Pengadilan Negeri Banyuwangi atas PT Timur Nusantara.

"Lalu kenapa yang dieksekusi PT Samudera Bahari yang tidak disebut dalam surat Pelindo III," katanya.

Diakui oleh Thomas, bahwa dirinya juga menjabat Direktur PT Timur Nusantara yang berperkara di pengadilan dengan Pelindo III. Tetapi obyek lokasi yang dieksekusi justru lahan yang disewa PT Samudera Bahari, bukannya yang ditempati PT Timur Nusantara.

"Berarti Pelindo III telah bertindak melampaui kewenangan pengadilan, selaku pihak yang berwenang. Dan lahan yang digusur tidak masuk dalam obyek yang diperkarakan," kata Direktur PT Samudera Bahari Banyuwangi.

Sementara Kasat Reserse Kriminal Polresta Banyuwangi, AKP M Solikhin Ferry membenarkan pelaporan tersebut. Hingga saat ini pihaknya masih melengkapi pelaporan penggusuran kantor PT Samudera Bahari.

"Hari ini pihak pelapor dan pengacaranya penuhi panggilan kami," ujarnya kepada detikcom.

Panggilan ini, kata AKP Ferry, merupakan tindak lanjut atas laporan yang diajukan. Beberapa saksi dipanggil terkait data inventarisir kantor yang digusur oleh Pelindo III Tanjungwangi, Banyuwangi.

"Pelapor kita panggil untuk melengkapi aduannya. Terkait data inventarisir yang ada di sana," pungkasnya.

(fat/fat)