Perang Banner Bacabup di Situbondo, Warga: Ganggu Estetika

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 16:37 WIB
banner bacabup di situbondo
Foto: Ghazali Dasuqi/detikcom
Situbondo -

Mendekati pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, perang banner bakal calon bupati (bacabup) mulai bertebaran. Bukan hanya di kawasan kota, maraknya pemasangan banner bacabup itu bahkan sudah sampai di desa-desa di Situbondo.

Meski tidak sampai mengganggu fasilitas umum, maraknya banner bacabup tersebut dicibir sebagian warga. Salah satunya karena dianggap mengganggu keindahan.

"Meskipun tidak mengganggu fasilitas umum, maraknya banner ini saya rasa cukup mengganggu estetika. Apalagi pemasangannya serampangan, tidak teratur," tutur seorang warga, Zaini Zain, kepada detikcom, Rabu (29/1/2020).

Dari pengamatan detikcom, hingga kini ada tiga nama yang banner-nya bermunculan bakal maju sebagai Bacabup Situbondo mendatang. Mereka adalah H Yoyok Mulyadi (Ji Yoyok), Karna Siswandi (Bung Karna), dan Syaiful Bahri (Bang Ipol). Melalui tim suksesnya, ketiga nama itu cukup gencar melakukan sosialisasi melalui banner.

Berbagai slogan sebagai bentuk dukungan pun turut disertakan mengisi banner masing-masing bacabup. Pemasangan banner banyak dilakukan di tepi-tepi jalan dan lokasi-lokasi strategis di Situbondo. Di antaranya bahkan dipasang secara berdampingan.

Banner yang dipasang terdiri atas berbagai ukuran, mulai 1x3 meter, 1,5x2 meter, dan lainnya. Banner kebanyakan dipasang dengan cara diikat pada pohon atau tiang di pinggir jalan. Selain itu, ada yang didirikan menggunakan tiang bambu.

Seperti yang terlihat di tepi Jalan Kenanga, tepat di sudut Stadion Gelora Mohammad Saleh, Situbondo. Banner berukuran 1x3 meter dari dua bacabup itu terpasang di lokasi yang sama. Bagian atas terpasang banner bacabup Ji Yoyok, sementara di bawahnya terpasang banner bacabup Bung Karna.

"Kalau hanya perang banner saya kira tidak jadi masalah. Namanya juga menyosialisasikan calon. Asalkan tertib dan tidak mengganggu keindahan kota. Terpenting lagi, semua pendukung dan tim sukses saling menghormati demi menjaga situasi kondusif Situbondo," sambung Zain.

Menanggapi maraknya perang banner bacabup, Ketua KPU Situbondo Marwoto mengatakan merebaknya banner itu menandakan sosialisasi pemilihan Bupati Situbondo mendatang sudah didengar oleh masyarakat. Banner itu menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan calon.

"Menanggapi itu, ya silakan karena sekarang memang bukan tahapan kampanye. Kalau masuk tahapan kampanye, nanti banner kami yang menyiapkan," kata Marwoto di kantornya.

Menurut Marwoto, selama belum memasuki tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati, pihaknya tidak berwenang melakukan penertiban banner bacabup. Saat ini kewenangan melakukan penertiban banner itu ada di tangan Pemkab Situbondo.

"Untuk saat ini, penertiban banner itu, Pemkab yang bergerak," tandas Marwoto.

(fat/iwd)